Semua Harus Kembali Bergandeng Tangan, Pemenang Pilpres 2014 Adalah Rakyat

"Pilpres 2014 ini menunjukkan kedewasaan rakyat tanpa takut dan gentar. Ini catatan penting atas demokrasi yang berumur 16 tahun ini harus dirawat agar tidak mundur. Rakyat sudah ok-ok saja, tapi yang akrobat elite politik," kata Ketua Projo/Tim Pemenangan Jokowi-JK Budi Arie Setiad


Indopolitika.com  Pemenang pilpres 2014 bukan nomor satu atau nomor dua tetapi rakyat. Itu sebabnya, kedua tim dan relawan kedua pasangan capres harus kembali bergandengan tangan.

“Pilpres 2014 ini menunjukkan kedewasaan rakyat tanpa takut dan gentar. Ini catatan penting atas demokrasi yang berumur 16 tahun ini harus dirawat agar tidak mundur. Rakyat sudah ok-ok saja, tapi yang akrobat elite politik,” kata Ketua Projo/Tim Pemenangan Jokowi-JK Budi Arie Setiadi.

Hal itu dikemukakannya dalam Diskusi bertema “Menguji Sikap Negarawan Para Capres dan Cawapres, Siap Menang Siap Kalah” di Galeri Kafe, Cikini, Jakarta, Jumat (18/7/2014). Kegiatan ini diselenggarakan kabarmahasiswa.com bekerjasama dengan Menteng Institut.

Budi yakin rakyat akan dewasa menyikapi keadaan usai pengumuman dari KPU, 22 Juli 2014. Dia mengingatkan sekarang saatnya melupakan perbedaan. Pilpres ini menurutnya hanya kontestasi, sehingga rakyat harus merekat kembali, bersatu padu. Dia menilai sikap ini sebagai bentuk membela demokrasi.

“Kita perlu jaga demokrasi, rekatkan semua potensi elemen bangsa. Negara ini berada dalam fase menentukan. Tidak mungkin rakyat maju kalau di antara kita terjadi konflik yang tidak produktif,” katanya.

Budi meminta semua relawan jokowi-JK mengikuti keputusan KPU. Semua pihak diharapkannya bisa bergandengan tangan, merumuskan kembali tantangan bangsa ke depan, dan mewujudkan agenda pembangunan bangsa ke depan. (pr/ind)

Next post Jaga Situasi Kondusif dan Stabil, Pendukung Jokowi-JK Dilarang Turun ke Jalan 22 Juli Nanti

Previous post Jika Ingin Gugat Hasil Pilpres ke MK, Sebaiknya Tim Hukum Capres Siapkan Materi Perkara

Related Posts