Serikat Alumni Jerman (SAJ) menyambut baik terpilihnya duet Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019. Meski demikian, SAJ mengingatkan Jokowi-JK segera merangkul kembali seluruh anak bangsa.

Koordinator SAJ, Koramen Sirait mengatakan, pada saat pemilihan presiden beberapa waktu lalu, suasana persaudaraan dan pertetanggaan di antara anak bangsa seakan mengalami degradasi akibat gesekan karena perbedaan pilihan politik. “Jika tidak disikapi dengan arif, kondisi ini bisa menjalar ke arah konflik horizontal,” katanya dalam dialog yang digelar SAJ di Hotel Accacia, Jakarta, Kamis (24/7).

Guna mengatasi kondisi tersebut, kata Koramen, SAJ mendukung sepenuhnya revolusi mental yang ditawarkan Jokowi-JK segera direalisasikan begitu duet yang diusung PDIP, NasDem, PKB, Hanura dan PKPI itu dilantik sebagai pemimpin Indonesia yang baru. Sebab, konsep revolusi mental bertujuan mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang bermartabat dan beradab demi terwujudnya kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Sebagai contoh, di Jerman ada basis demokrasi masyarakat. Nah dengan basis ini ketika pemerintah hendak mengambil kebijakan, mereka akan tetap terbuka dan transparan. Kita harapkan langkah-langkah seperti ini menjadi contoh dalam konsep revolusi mental yang akan diterapkan pemerintahan Jokowi-JK nantinya, selain tentunya lewat pendidikan,” katanya.

Koramen juga menyatakan bahwa SAJ mendukung penuh politik luar negeri pemerintahan Jokowi-JK yang bebas aktif dan menjunjung tinggi demokrasi, hak asasi manusia (HAM) dan nilai-nilai kemerdekaan. “Kami SAJ juga mendukung penuh hubungan bilateral antara pemerintahan Indonesia dengan Republik Federasi Jerman. Baik di bidang sosial, pendidikan, ekonomi, teknik, politik serta pertahanan,” katanya. (jp/ind)