Indopolitika.com –Malam ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadwalkan acara deklarasi kampanye damai pukul 18.30 WIB di Hotel Bidakara, Jakarta. Deklarasi kampanye damai akan dihadiri dua pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK.

Menariknya, sejumlah masyarakat mengaku penasaran ingin menyaksikan pernyataan langsung Prabowo. Rasa penasaran itu timbul mengingat Prabowo selama ini sering dikaitkan dengan sejumlah pelanggaran HAM oleh media.

“Iya mas. Kalau beritanya kan Prabowo seperti menyeramkan gitu. Saya pengin liat langsung aja,” kata Ahmad Taufik yang mengaku tinggal di Kelurahan Pertamburan, Jakarta, Selasa (3/6).

Bagi Taufik, Prabowo merupakan sosok yang tegas. Namun begitu, gaya bicara Prabowo yang meledak-ledak seolah membenarkan isu yang berkembang di masyarakat.

“Kharismanya keluar, tegas. Tapi kalau pidato kok kayak marah-marah, suaranya tinggi terus,” kesannya.

Hal serupa juga dinyatakan Sodikin (35 tahun), warga Kelurahan Gelora, Jakarta Pusat. Meski dirinya mengaku belum punya pilihan di Pilpres nanti, tapi ia tertarik menyaksikan deklarasi kampanye damai pasangan capres-cawapres. Apalagi, Sodikin kerap membaca isu-isu negatif tang yang saling menjelekkan antar pasangan.

“Nontonlah. Kita gak tahu mana yang benar. Jokowi merasa dijelekkan. Prabowo juga bilang jadi korban fitnah, dibilang penculik, dan semacamnya,” katanya.

Ia berharap, acara itu tidak hanya menjadi ajang formalitas belaka. Dengan adanya deklarasi kampanye damai itu, baik pihak Prabowo-Hatta maupun Jokowi-JK diharapkan tidak lagi menyebar isu yang membuat resah masyarakat.

“Kan kita-kita juga yang jadi korban. Biarkan kami menilai sendiri,” tegasnya.

Sebelumnya, KPU telah menetapkan masa kampanye capres-cawapres yang akan dimulai besok, 4 Juni 2014. KPU juga telah memberikan sejumlah warning agar capres tak saling hina selama masa kampanye.

“Kita akan gelar deklarasi kampanye damai. Masing-masing (pasangan capres) boleh berkampanye selama 32 hari (4 Juni-5 Juli),” kata komisioner KPU Arief Budiman, di kantornya Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat. (Ind)