Jakarta – Ketua DPR Setya Novanto membantah semua pertemuan yang dituduhkan kepadanya terkait dugaan korupsi e-KTP, dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Meski dalam sidang itu, hakim menanyakannya berulang-ulang.
Awalnya Ketua majelis hakim John Halasan Butarbutar, menanyakan soal pertemuan antara Novanto dengan mantan Sekretaris Jenderal Kementeria Dalam Negeri Diah Angraeni di Hotel Grand Melia Jakarta. Dalam persidangan sebelumnya, Diah mengakui pertemuan tersebut berlangsung untuk mengatur proyek e-KTP. Para terdakwa lain dalam kasus ini hadir di sana.
Novanto membantah ikut dalam pertemuan itu. “Tidak benar yang mulia. Seperti BAP dan juga seperti pada sidang yang lalu, tidak benar,” jawab Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat (3/11).
Hakim John pun coba mengulang pertanyaan yang sama. Dia meminta Novanto memberikan jawaban yang dapat membuat orang yakin pertemuan tersebut tidak ada.”Pada saat itu juga, kalau saya belum pernah datang jam enam. Karena jam enam itu juga belum buka. Jadi enggak benar bahwa saya melakukan pertemuan di sana,” ucap Novanto untuk meyakinkan hakim.
Bantahan kembali keluar dari lisan Novanto saat dirinya ditanya hakim soal Irman, mantan DIrjen Dukcapil Kemendagri yang menjadi terdakwa kasus e-KTP. Menurut Novanto, dia memang pernah bertemu dengan Irman ketika menjadi Plt Gubernur Jambi. Namun, dia mengatakan tidak mengenal Irman.“Saudara Irman saya tidak kenal. Tetapi pada tahun 2015, itu saya pernah, setelah saya lihat di Tempo, saya ingat pernah ketemu saudara Irman, pada waktu jadi plt Gubernur Jambi,” kata Novanto.
Novanto menyebut pertemuan dengan Irman terjadi saat dirinya berkunjung ke Jambi, bersama Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan ketika itu, Luhut Binsar Panjaitan, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menteri Kesehatan dan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya. “Kami bersama-sama ke sana, kami baru ingat bahwa saudara Irman jadi pejabat gubernur, Plt di sana,” sambung Novanto.
Selanjutnya, John mengonfirmasi pengakuan Irman yang berkunjung ke kantor Novanto. Lagi-lagi bantahan kembali keluar dari mulut Novanto.”Tidak pernah yang mulia,” jawab Novanto.