Indopolitika.com, MANADO – Pemilihan presiden (Pilpres) 2014 sudah selesai. Saat ini, pecandu politik Sulut mulai membincangkan siapa sosok yang tepat untuk melanjutkan kepemimpinan Dr SH Sarundajang.

“Kami mendukung James Sumendap sebagai calon gubernur,” kata Ferry Wowor dari Olly Dondokambey Center (ODC). Menurutnya, tenaga dan pikiran Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut Olly Dondokambey sangat dibutuhkan DPP di pentas nasional.

Atas dasar itu, PDI-P Sulut mulai melirik kader banteng yang sedang menjabat kepala daerah. “Dari semua kader yang menjabat kepala daerah, ODC mendukung James Sumendap,” katanya.

Lain lagi suara kalangan mahasiswa. “SHS berhasil membuat Sulut maju pesat. Sehingga calon pengganti harus yang punya kemampuan seperti SHS. Saya melihat sosok Willem Rampangiley paling pantas,” tukas Evanrel Bolung, aktivis mahasiswa dan pemuda GMIM.

Selain Rampangiley, ada juga sederet figur-figur yang dianggap bisa melanjutkan Dr SH Sarundajang dalam membangun daerah Nyiur Melambai ini. Ada birokrat sukses, kepala daerah tingkat dua yang sukses, politisi, pengusaha sukses, jenderal purnawirawan TNI/Polri, dan publik-publik figur lainnya.

Antara lain ada nama Olly Dondokambey, Hanny Sondakkh, Theo Sambuaga, Benny Mamoto, GS Vicky Lumentut, Jantje W Sajow, Tetty Paruntu, Maya Rumantir, Carlo Tewu, Edwin Kawilarang, Vonny A Panambunan, S Vreeke Runtu, Wenny Warouw, Glenny Kairupan, dan Roy Maningkas. Masih ada juga beberapa putra Kawanua yang berkiprah di Jakarta dan provinsi lain. Mereka mengaku, siap kembali ke daerah untuk membangun tanah leluhur. Tetapi Kawanua-kawanua yang lagi berdiaspora itu belum mau dikorbankan nama mereka.

‘’Nanti saja akhir tahun 2014 ini, saya mendeklarasikan diri sebagai calon gubernur,’’ ujar pengusaha sukses tersebut.

Sejumlah masyarakat Sulut berharap calon gubernur ke depan, minimal sama dengan Dr SH Sarundajang. ‘’Kami sebetulnya menginginkan pemimpin kami ke depan, harus lebih hebat dari Gubernur Sarundajang. Tetapi kelihatan figur-figur yang ada sekarang, seperti tidak ada yang lebih hebat. Karena itu kami berharap, minimal sama hebatnya,’’ ujar Rocky Paat, salah satu mahasiswa Unsrat sambil berharap, kepala daerah ke depan bisa tiga periode.

Sekadar informasi, pemilihan gubernur (Pilgub) Sulut berlangsung tahun depan. Selain Pilgub, tahun 2015 juga berlangsung serentak pemilihan wali kota (Pilwako) Manado, Tomohon, dan Bitung, serta pemilihan bupati (Pilbup) Minsel maupun Minut.

Pemilihan kepala daerah ini sendiri diselenggarakan paling lambat 30 hari sebelum masa jabatan kepala daerah berakhir.

Pada 2015 nanti, kemungkinan akan dilakukan Pilkada serentak sejumlah daerah di seluruh Indonesia. Ketua Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi Didik Supriyanto mendukung rencana penyelenggaraan pemilihan kepala daerah secara serentak.

“Sistem pemilihan serentak dapat menghemat biaya, mengurangi beban penyelenggaraan dan memudahkan pemilih bersikap rasional,” kata Didik.

Seperti diberitakan, putusan Mahkamah Konstitusi tentang pemilu serentak memengaruhi pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Pemilihan Umum Kepala Daerah. Panitia Kerja RUU Pilkada Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat dan pemerintah sepakat melaksanakan pemilu kepala daerah secara serentak pada 2020.

Nantinya, akan ada dua tahapan transisi sebelum pelaksanaan pemilu kepala daerah serentak 2020. Tahapan pertama transisi dilaksanakan tahun 2015 dan tahapan kedua pada 2018. Pada tahap pertama akan ada sekitar 240 daerah yang melaksanakan pemilu kepala daerah serentak dan tahap kedua sekitar 250 daerah.

Pemerintah mengusulkan pemilu kepala daerah transisi pertama pada tahun 2015 untuk daerah-daerah dengan masa jabatan kepala daerah yang berakhir tahun 2015-2016. Kelompok kedua, daerah-daerah dengan masa jabatan kepala daerah yang berakhir tahun 2017-2019 melaksanakan pemilu kepala daerah pada 2018. Baru setelah itu pelaksanaan pilkada serentak untuk semua daerah di Indonesia. (mp/ind)