Indopolitika.com  Tak lama lagi, rakyat Indonesia akan membuat keputusan penting, menentukan siapa yang akan menjadi presiden dan wakil presiden. Prabowo Subianto – Hatta Radjasa kah (no urut 1)? Atau Joko Widodo – Jusuf Kalla (no urut 2)? Tangga; 9 Juli 2014 nanti, pilihan publik akan ditentukan.

Dalam rangkaian pemilihan presiden 2014, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menggelar masa kampanye bagi kedua kandidat capres-cawpares yang dimulai pada 4 Juni 2014 dan berakhir 5 Juli 2014. Berkaitan dengan masa kampanye ini, SIGI KACA PARIWARA (SIGI), perusahaan data mining yang mengelola brand Adstensity.com, telah melakukan monitoring dan riset terhadap penayangan spot iklan TV (television commercial/TVC) yang masuk dalam kategori iklan kampanye capres-cawapres. Monitoring dilakukan sesuai dengan masa periode kampanye pilpres yakni; mulai 4 Juni 2014 pukul 00 WIB sampai dengan 5 Juli 2014 pukul 24.00 WIB.Pembiayaan terhadap aktivitas monitoring dan riset ini menggunakan dana internal SIGI.

SIGI menghitung frekuensi setiap spot iklan TVyang muncul di televisi dan menjumlahkannya dengan harga komersial spot iklan TVpada masing-masing televisi, berdasarkan update ratecard yang disampaikan setiap Stasiun TV. Ada 13 stasiun TV yang dimonitor dalam 24 jam/hari, selama masa kampanye pilpres tersebut, yaitu RCTI, SCTV, Trans 7, Trans TV, Indosiar, TV One, Metro TV, ANTV, MNC TV, Global TV, TVRI, Kompas TV, dan Net TV.

Hasil pantauan SIGI yang didapatkan, selama periode masa kampanye capres tersebut, ada5, 775 spot iklan TV Capres yang tayang di televisi. Sebanyak 2.900spot iklan atau 50,2 persennya menayangkan iklan Capres yang diusung Partai Gerindra dan mitra koalisinya, Prabowo-Hatta , sedangkan sisanya 2.875 spot iklan atau sekitar 49,8 persen menayangkan iklan Capres yang didukung PDIP dan parpol koalisinya, Jokowi –Kalla.

Iklan sebanyak itu terbagi dalam 55 tema iklan TV Capres. Sebanyak 28 tema diproduksi oleh kubu Prabowo – Hatta, sedangkan kubu Jokowi – JK menampilkan 27 tema iklan TV Capres.

Fenomena ‘Turun Tangan’ Relawan

Dari kubu Prabowo – Hatta, spot Iklan TV bertajuk ‘Garuda Merah’ menjadi tema iklan yang banyak ditayangkan, dengan frekuensi tayang mencapai 725 kali. Sementara darikubu Jokowi – JK, tema yang paling banyak digeber adalah ‘Siapkah Kita?,’ yang mendapat porsi penayangan sebanyak 335 kali.

“Yang menarik disini adalah, tidak semua iklan TV kubu Jokowi-JK, nampaknya berasal dari kantong partai koalisi PDIP, ada beberapa TVC yang terpasang atas nama gerakan relawan pendukung Jokowi dan JK. Ada Relawan Laskar Biji Kopi, yang membuat 3 tema iklan TV dan memasang 70 spot iklan TV. Itu sudah menyumbang 2,5% dari total seluruh total spot iklan TV kubu Jokowi-JK,” ujar Direktur SIGI, Sapto Anggoro, Minggu (7/7/2014) di Jakarta.

Sementara itu, jika dilihat dari distribusi penyebaran iklan TV Capres, terlihat ada yang menarik. Beberapa stasiun TV terlihat dominan menayangkan iklan salah satu Capres, dan di lain pihak timpang memberi porsi tayangan bagi kubu sebaliknya. Hal ini berlaku, baik bagi kubu Prabowo-Hatta ataupun kubu Jokowi-JK. Namun, apakah ini terkait dengan kebijakan masing-masing pengelola televisi atau murni kompetisi bisnis periklanan televisi, tentunya membutuhkan upaya lebih lanjut.

BELANJA SPOT IKLAN TV CAPRES-CAWAPRES

Dalam dunia politik, iklan TV kampanye politik sering kali di-istilahkan sebagai ‘serangan udara.’ Nah, jika divaluasikan, berdasarkan jumlah iklan TV Capres dan update ratecard masing-masing stasiun TV yang ada pada sigi ini, belanja iklan yang telah dikeluarkan oleh kedua peserta Pilpres dalam rangka ‘serangan udara’ tersebut ternyata mencapai total Rp 186.630.250.000,00.

“Jumlah ini memang lebih kecil dibandingkan Kampanye Pileg lalu yang belanja iklan TV-nya mencapai Rp 340 Miliar. Namun, jumlah Rp 186 M masih bisa dikatakan wajar, mengingat tentu tidak semua parpol peserta koalisi di kedua belah pihak, akan all out untuk ikut urun dana kampanye bagi capres yang didukungnya,” cetus Sapto Anggoro.

Jika dikuliti, nilai iklan TV Prabowo-Hatta totalnya hinggap hingga Rp 93.722.000.000,00, sementara nilai iklan TV Capres yang disebarkan kubu Jokowi – JK menyentuh Rp 92.908.250.000,00.

SIGI KACA PARIWARA atau SIGI adalah perusahaan yang bergerak di bidang monitoring iklan televisi. SIGI merupakan sister company dari perusahaan data mining, Binokular Media Utama (BINO). Saat ini, BINO memiliki hampir 100 klien aktif dari perusahaan terkemuka dan juga instansi pemerintahan. (ris/ind)