Indopolitika.com   Penjualan PT Indonesian Satellite Corporation Tbk (Indosat) saat era Megawati Soekarnoputri dipertanyakan Prabowo Subianto kepada Joko Widodo. Padahal keberadaan penyelenggara jalur telekomunikasi itu sangat dibutuhkan untuk pergerakan drone atau pesawat tanpa awak.

“Bapak sering bicara tentang drone berteknologi tinggi. Salah satu tentunya masalah satelit menjadi sangat strategic dalam ketahanan nasional kita. Masalahnya adalah, waktu pemerintah dipimpin Ibu Megawati, Indonesia menjual perusahan yang sangat strategic, yaitu Indosat. Padahal memiliki 2 posisi geostasioner di atas wilayah udara kita. Saya bertanya apa langkah Bapak nanti, apakah membeli kembali?” tanya Prabowo.

Pertanyaan ini diucapkan Prabowo dalam debat capres jilid III di Hotel Holiday Inn, Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/6/2014). Debat dimoderatori oleh Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana. Tema debat yakni Politik Internasional dan Ketahanan Nasional.

“Ya masalah drone ini, kita ingin melompati alutsista (alat utama sistem persenjataan) yang konvensional ke alat yang berteknologi tinggi. Ini penting karena ada 17 ribu pulau dan laut yang luas. Drone di 2-3 wilayah sangat penting. Kalau punya drone, satelitnya menyewa. Tapi ke depan, kalau tidak mulai sekarang, kapan lagi. Satelitnya kita mapping dulu. Pada suatu saat ada target kita punya satelit,” jawab Jokowi.

Mengenai Indosat, lanjut Jokowi, saat itu tahun 1998, Indonesia mengalami krisis berat. Pada saat Megawati menjadi presiden. Kondisi ekonomi masih belum baik.

“Kita jangan bicara pada saat sekarang normal. Bicaralah pada saat krisis waktu itu. Oleh sebab itu waktu Indosat dijual, seharusnya kita lihat ada klausul apa. Kita bisa ambil kembali. Hanya belum kita ambil. Kuncinya satu, kita buy back, kita ambil kembali, menjadi milik kita kembali. Pertumbuhan ekonomi nanti harus di atas 7 persen,” tandas Jokowi. (l6/ind)

cPenjualan PT Indonesian Satellite Corporation Tbk (Indosat) saat era Megawati Soekarnoputri dipertanyakan Prabowo Subianto kepada Joko Widodo. Padahal keberadaan penyelenggara jalur telekomunikasi itu sangat dibutuhkan untuk pergerakan drone atau pesawat tanpa awak.

“Bapak sering bicara tentang drone berteknologi tinggi. Salah satu tentunya masalah satelit menjadi sangat strategic dalam ketahanan nasional kita. Masalahnya adalah, waktu pemerintah dipimpin Ibu Megawati, Indonesia menjual perusahan yang sangat strategic, yaitu Indosat. Padahal memiliki 2 posisi geostasioner di atas wilayah udara kita. Saya bertanya apa langkah Bapak nanti, apakah membeli kembali?” tanya Prabowo.

Pertanyaan ini diucapkan Prabowo dalam debat capres jilid III di Hotel Holiday Inn, Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/6/2014). Debat dimoderatori oleh Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana. Tema debat yakni Politik Internasional dan Ketahanan Nasional.

“Ya masalah drone ini, kita ingin melompati alutsista (alat utama sistem persenjataan) yang konvensional ke alat yang berteknologi tinggi. Ini penting karena ada 17 ribu pulau dan laut yang luas. Drone di 2-3 wilayah sangat penting. Kalau punya drone, satelitnya menyewa. Tapi ke depan, kalau tidak mulai sekarang, kapan lagi. Satelitnya kita mapping dulu. Pada suatu saat ada target kita punya satelit,” jawab Jokowi.

Mengenai Indosat, lanjut Jokowi, saat itu tahun 1998, Indonesia mengalami krisis berat. Pada saat Megawati menjadi presiden. Kondisi ekonomi masih belum baik.

“Kita jangan bicara pada saat sekarang normal. Bicaralah pada saat krisis waktu itu. Oleh sebab itu waktu Indosat dijual, seharusnya kita lihat ada klausul apa. Kita bisa ambil kembali. Hanya belum kita ambil. Kuncinya satu, kita buy back, kita ambil kembali, menjadi milik kita kembali. Pertumbuhan ekonomi nanti harus di atas 7 persen,” tandas Jokowi. (Yus) – See more at: http://indonesia-baru.liputan6.com/read/2067102/prabowo-singgung-indosat-dijual-era-megawati-jokowi-buy-back#sthash.dYCCPRXE.dpuf