Jakarta – POLITIKUS Partai Golkar Hendra Tri Sakti dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hendra bakal diperiksa terkait kasus dugaan menghalangi penyidikan kasus KTP-e dengan tersangka Markus Nari.

“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MN (Markus Nari),” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah Seperti yang dikutip dari laman MediaIndonesia.com, Rabu, (8/11).

Dalam perkara ini, KPK terus mendalami kesaksian dari politikus-politikus partai beringin kuning itu. Sebelumnya, pekan lalu KPK juga telah memeriksa Yorrys Raweyai, mantan Koordinator bidang Polhukam Golkar dan Rudi Alfonso selaku Ketua Bidang Hukum dan HAM DPP serta Ketua Mahkamah Partai Golkar.

Seperti diketahui, Markus Nari disangkakan sebagai orang yang memengaruhi Miryam S. Haryani untuk memberikan keterangan tidak benar dalam persidangan KTP-e. Ia disebut dengan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung dan tidak pada pemeriksaan dalam indikasi penyidikan pemberian keterangan tidak benar dengan tersangka MSH.

Dalam perkara ini, Markus disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah oleh UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Tidak hanya itu, Markus juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi KTP elektronik. Dalam kasus yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun itu, Markus diduga menerima uang sebesar Rp4 miliar.

Markus juga diduga memiliki peran dalam proses pembahasan anggaran. Proses pembahasan anggaran melibatkan banyak pihak dan menjadi kewenangan DPR.