Indopolitika.com   Tim Pemenangan Prabowo-Hatta seharusnya introspeksi diri dengan tidak memberikan informasi tidak akurat kepada Prabowo Subianto yang ujungnya bisa mempermalukan sang capres. Padahal, setiap capres, siapapun itu, haruslah dijaga kehormatannya.

Hal itu disampaikan Anggota Tim Pemenangan Jokowi-JK, Aria Bima, menanggapi polemik pascadebat capres-cawapres tadi malam. Yakni terkait pertanyaan Prabowo yang keliru kepada Jokowi soal koperasi.

Menurut Aria Bima, mungkin Tim Prabowo-Hatta ingin ‘mempermalukan’ Jokowi-JK dengan pertanyaan itu. Yang tak disadari, dampak pemberian informasi keliru ke capres sangatlah besar.

“Dampaknya pun besar, ibarat ular menggigit buntutnya sendiri. Nampak juga bahwa senjata terbukti makan tuan. Kita bisa bayangkan, betapa malunya Prabowo atas tidak akuratnya informasi tim pendukungnya. Hanya demi ambisi menang,” kata Aria Bima di Jakarta, Minggu (6/7/2014).

Bima menganggap, apa yang sebenarnya terjadi dengan pertanyaan Prabowo ke Jokowi di debat soal komitmen soal perkoperasian itu.

Menurutnya, kemungkinan tim mencoba mencari titik lemah Jokowi. Maka dirancanglah serangan hitam dengan menghembuskan isi pidato Jokowi di Indramayu.

Serangannya dirancang sederhana, tetapi dahsyat, yakni seolah-olah Jokowi tidak perlu koperasi. Serangan dibangun lewat sejumlah media online, menjadi isu yang kemudian ditangkap sebagai “kebenaran baru”.

Sialnya, hal itu kemudian disampaikan ke tim debat Prabowo untuk dijadikan bahan serangan ke Jokowi dalam debat.

“Maka bak senjata makan tuan. Serangan yang semula diharapkan membikin Jokowi kelabakan, dengan mudahnya dihempaskan,” kata Aria.

Untuk diketahui, merespons pertanyaan Prabowo itu, Jokowi menjawab, “Mungkin Bapak salah baca, atau salah dengar. Saya kira semua orang tahu, bahwa koperasi adalah sokoguru ekonomi kita.”

Ketika pertanyaan serangan Prabowo itu ditujukan, asumsinya sangat fatal yakni seolah Jokowi tidak tahu perintah konstitusi.

Selain pandangan itu merendahkan, pelajaran terpenting dari serangan salah sasaran ini adalah bahwa kampanye hitam menggelapkan mata penyerangnya sendiri. (tbn/ind)