Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap agar masyarakat madani (civil society) di Indonesia mampu tumbuh, berkembang dan kuat dalam tawar menawar terkait kepentingan-kepentingan politik.

“Civil society harus muncul sebagai suatu bentuk keseimbangan,” katanya dalam acara Anugerah Komitmen Pemimpin Pancasila yang diselenggarakan Indonesia Satu Foundation di Jakarta, Jumat, (10/10).

Sultan menyatakan jaringan pancasilais untuk memperkuat civil society akan jadi kekuatan yang besar dalam tawar menawar politik.

“Namun, civil society di Indonesia saat ini belum terbentuk dengan baik,” katanya.

Anugerah Komitmen Pemimpin Pancasila diselenggarakan untuk memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh Tanah Air yang dianggap memiliki komitmen sebagai pemimpin Pancasila di masing-masing bidang kompetensinya.

Penghargaan tokoh Pemimpin Pancasila oleh IndonesiaSatu Foundation diberikan kepada Hamdan Zoelva, GKR Hemas, Azwar Abubakar, Nanan Sukarnan, Bungaran Saragih.

Penerima penghargaan berikutnya yaitu Gerson Poyk, Demian Dematra, Jimly Asshiddiqqie, Salim Said, Rockhmin Dahuri, Anhar Gonggong, Hikmahanto Juwana dan Fayakhun Andriadi.

Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva mengatakan bahwa pemimpin Pancasila adalah pemimpin yang memiliki sifat dan karakter paripurna dalam konsep politik Indonesia.

“Pada saat ini, apakah pemimpin Pancasila seperti cara pemimpin DPR di Senayan? Ini merupakan renungan kita semua,” katanya.  (SDP-89/T007)