Jakarta – Mantan panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara mengungkapkan soal gratifikasi mobil Pajero Sport yang diterima Bupati Indramayu Anna Sophanah.

Ia mengatakan STNK mobil dengan plat B 104 ANA itu ia serahkan langsung kepada anak dari Anna Sophanah, Daniel Mutaqien di di sebuah restoran di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Daniel sendiri adalah bakal calon Wakil Gubernur Jawa Barat yang akan mendampingi Ridwan Kamil. Ia didorong partai golkar untuk maju dalam Pilgub Jabar 2018.

“Mengenai STNK-nya itu diterima oleh saudara Daniel Mutaqin di Rumah Makan Sate Senayan Kebon Sirih,” kata Rohadi usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (14/11).

Ia menegaskan bahwa mobil tersebut murni gratifikasi yang ia berikan untuk Bupati Indramayu Anna Sophanah.

Anna merupakan istri Yance. Yance yang menjabat sebagai bupati dua periode itu juga telah divonis bersalah dalam kasus korupsi pembebasan lahan seluas 82 hektar untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Sumur Adem, Indramayu.

Anna sendiri sudah pernah diperiksa penyidik KPK pada 20 September 2016 silam. Pada pemeriksaan itu, penyidik mendalami dugaan penerimaan sebuah mobil dari Rohadi yang diduga berkaitan dengan pendirian RS Reysa di Indramayu.

KPK menjerat Rohadi dalam tiga kasus. Pertama Rohadi diduga menerima suap pengurusan perkara pedangdut Saipul Jamil. Dalam kasus itu, Rohadi divonis tujuh tahun penjara dan denda Rp300 juta subsidier tiga bulan kurungan.

Kedua, Rohadi ditetapkan sebagai tersangka penerimaan gratifikasi dalam kapasitasnya sebagai panitera PN Jakut dan PN Bekasi terkait pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA).

Terakhir Rohadi ditetapkan sebagai tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Dia diduga menyamarkan sejumlah aset yang disinyalir didapat dari hasil korupsi.

Tak hanya itu, KPK juga telah menyita sejumlah aset milik Rohadi. Antara lain, mobil ambulans, mobil pribadi Mitshubisi Pajero Sport, mobil Toyota Yaris. Kemudian uang Rp700 juta yang ditemukan di mobil Rohadi saat ditangkap penyidik KPK.

Selanjutnya, dua rumah di Perumahan Royal Residence Blok A6 Nomor 12 dan Blok D3 Nomor 8, Cakung, Jakarta Timur, Rumah Sakit Resya Permata, rumah di Cikedung dan di kampung Lungadung, Indramayu, serta satu unit Apartemen di Kelapa Gading, Jakarta Utara.