Indopolitika.com International Foundation for Electoral Systems (IFES) asal Washington DC, Amerika Serikat, bekerjasama dengan Lembaga Survei Indonesia (LSI) melansir survei pasca Pileg 9 April lalu. Dari survei ini ditemukan bahwa pilihan masyarakat terhadap Calon Presiden masih lebih banyak kepada Joko Widodo.

Survei ini dilaksanakan pada 1-10 Juni 2014. Metode survei yang digunakan adalah wawancara langsung dengan responden. Jumlah responden sebanyak 2.009 orang dengan sample acak tersebar di seluruh Indonesia. Margin of erorr dalam survei ini adalah +- 2,2% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Terkait pilihan masyarakat terhadap capres yang ada sekarang, hasil survei ini menunjukkan 43% memilih Jokowi dan 39% memilih Prabowo Subianto. Hanya terpaut 4% perbedaan pilihan masyarakat terhadap kedua capres tersebut. Meski begitu masih ada 18% responden yang tidak menjawab atau undecided voters.

Ketertarikan masyarakat untuk mengikuti pemilihan presiden pun cukup besar, jumlahnya adalah 94% dari responden yang pasti akan berpartisipasi dalam pilpres. Jumlah responden yang mengetahui waktu pelaksanaan pilpres pun cukup besar. 63 persen menjawab tahu, dan 37% tidak tahu.

Masing-masing 75% dari kedua pendukung capres merasa sangat puas/puas dengan proses Pileg yang telah berlangsung. Sementara untuk pendapat tentang pemilihan umum serentak, 46% responden menyatakan setuju, dan yang tidak setuju ada 31%. 5% persen menyatakan tidak masalah untuk dirinya mengenai pelaksanaan pemilu serentak, yang artinya tidak terlalu mempedulikan hal itu, dan 30% tidak tahu atau tidak menjawab. (ris/ind)