Jelang Pilkada 2017, Lembaga survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) melakukan survei opini publik terhadap elektabilitas pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

Hasilnya, pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) – Djarot Saiful Hidayat masih berada diurutan pertama, namun hanya meraup suara sebesar 27,5 persen. Disusul pasangan Anies Baswedan – Sandiaga Uno dengan 23,9 persen.

Sementara di posisi terakhir diduduki oleh Agus Harimurti Yudhoyono – Sylviana Murni yang meraih suara sebesar 21 persen. Sedangkan 27,5 persen rensponden belum menentukan pilihannya.

“Ahok masih unggul. Namun angkanya kini tak jauh dari Anies Baswedan dengan 23,9 persen, dan Agus Yodhoyono dengan 21 persen,” ujar founder KedaiKOPI Hendri Satrio di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (30/10/2016) kemarin.

Meski suara Ahok-Djarot merosot, namun Hendri menjelaskan, suara yang hilang dari mereka tak lantas beralih pada Agus-Sylvi maupun Anies-Sandi.

“Pemilih Ahok-Djarot berpindah ke swing voters (belum menentukan pilihan),” jelas Hendri.

Data survei KedaiKOPI diambil dalam kurun waktu 19-24 Oktober dari 694 responden yang memiliki hak pilih di 78 kelurahan di 6 kabupaten/kota. Metode survei wawancara dengan teknik multistage random sampling. Margin of error kurang lebih 4 persen dan tingkat kepercayaan 96 persen. (nn/ind)