Lembaga survei Konsep Indonesia (Konsepindo) Research & Consulting merilis hasil surveinya tentang tingkat elektabilitas calon Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017. Dari hasil survei diperoleh data, dari 10 nama bakal calon, elektabilitas inkumben Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masih tertinggi dibandingkan bakal calon lainnya.

Menurut Direktur Konsepindo Veri Muhlis Arifuzzaman, jika pemilu diadakan hari ini, kemungkinan akan terjadi dua putaran yang akan mempertemukan Ahok dengan penantangnya, Yusril Ihza Mahendra.

“Seandainya Pemilu diadakan hari ini akan ada dua putaran. Itu artinya dengan siapa pemimpinnya, atau head to head, sangat mungkin antara Basuki dan Yusril. Dari sisi penantang yang terpotret sekarang ini ada Risma dan Sandiaga Uno. Khusus utk Risma karena belum ada publikasi besar-besaran, data masih dibawah 10 persen,” kata Veri Muhlis dalam rilis survei Mei 2016 di Hotel Alia, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa, 10 Mei 2016.

Dari hasil survei Konsepindo diperoleh data, jika pemilu diadakan saat ini Ahok masih unggul dengan angka 38,9 persen. Disusul dengan Yusril 24,7 persen. Meski belum ada publikasi, nama Walikota Surabaya Tri Rismaharini menduduki peringkat ketiga dengan prosentase 5,2 persen, dan Sandiaga Uno berada di peringkat keempat dengan angka 3,9 persen.

Adapun nama-nama lainnya, seperti Adhyaksa Dault, Nachrowi Ramli dan Ahmad Dhani berturut-turut memperoleh angka elektabilitas 1,6 persen, 1,3 persen dan 1,1 persen. Sedangkan untuk Hasnaeni Moein 0,8 persen, dan Djarot Saeful Hidayat serta Boy Sadikin masing-masing 0,5 persen.

“Sehingga kandidat yang punya peluang untuk saingan dengan Basuki adalah Yusril dengan selisih 12-18 persen. Sedangkan Risma dan Yusril selisihnya 14-18 persen,” kata Veri.

Adapun populasi dalam survei yang dilakukan oleh Konsepindo adalah warga DKI Jakarta yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah. Jumlah sampel sebanyak 620 responden dengan margin of error sebesar kurang lebih 4 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Untuk mengontrol kualitas secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih, atau spot check atau wawancara di lapangan pada 24 April hingga 4 Mei 2016.