JAKARTA – Lembaga Survei Politik Indonesia (LSPI) merilis survei terbaru terkait Pilkada Kota Palembang yang akan digelar 2018 mendatang. Survei yang berlangsung pada 2 – 8 September 2017 berhasil mengungkap kekuatan politik para bakal calon yang akan berlaga. Rilis survei dilakukan di Jakarta, Senin, 11 September 2017. Hadir dalam press conference peneliti LSPI Rachmayanti Kusumaningtyas dan Korwil LSPI Indonesia Barat, Muchar S Shihab.

Dalam paparannya LSPI menjelaskan popularitas para kandidat, lima kandidat teratas saat ini adalah Harnojoyo 91,2 persen, Sarimuda 80,7 persen, Mularis Djahri 78,8 persen, Lury Elza Alex 49,8 persen dan Fitrianti Agustinda 42,2 persen. Kemudian elektabilitas 15 nama secara tertutup, dengan lima nama berurut yaitu Mularis Djahri 25,4 persen disusul Harnojoyo 23,1 persen, Sarimuda 22,3 persen, Lury Elza Alex 8,5 persen, Fitrianti Agustinda 4,2 persen dan Yudha Pratomo Mahyudin 1,6 persen. Sementara yang belum menentukan pilihan (Undecided voters) mencapai 10,6 persen.

Rachmayanti Kusumaningtyas mengungkapkan temuan menarik dari survei LSPI yaitu modal dukungan yang dimiliki masing-masing kandidat masih amat lemah, bahkan jika dikalkulasi secara keseluruhan, total dukungan pemilih militan (strong supporter) semua kandidat baru mencapai 31,5%. Hal ini menunjukan belum ada kandidat yang secara personal memiliki modal dukungan (die hard) sangat signifikan. Temuan ini mengindikasikan, perpindahan dan perubahan dukungan pemilih sangat mungkin terjadi. Swing Voters atau pemilih mengambang yang masih ragu dengan pilihannya saat survei dilakukan masih sangat tinggi, mencapai 79.4 persen dari total pemilih.

Rachmayanti menambahkan dukungan yang dimiliki para kandidat terlihat belum ajeg, atau belum ditopang kuat dengan modal dukungan pemilih militan yang kokoh. “Modal dukungan pemilih militan Mularis Djahri hanya sebesar 9 persen, dari 25,4 persen elektabilitasnya. Angka lebih tinggi sedikit dari pemilih militan Harnojoyo yang mencapai 8,5 persen dari 23,1 persen elektabilitasnya dan pemilih militan Sarimuda sebesar 8,6 persen dari 22,3 persen elektablitasnya,” pungkasnya.

Sementara itu Muchtar S Shihab menambahkan, menjelaskan survei LSPI September ini memberi gambaran telah terjadinya pergerakan suara di lapangan. Data menunjukan adanya peningkatan signifikan pada elektabilitas Mularis Djahri. Pada survei LSPI 28 April sampai 4 Mei 2017 lalu, Mularis Djahri memperoleh 18,1 persen menjadi 25,4 persen meningkat sebanyak 7,3 persen dalam empat bulan. “Ini bisa jadi merupakan dampak kampanye di sosial media yang lumayan massif dan keberhadiran kandidat di masyarakat yang sangat intens. Mularis kini berada di posisi teratas terpaut amat sangat tipis dengan Harnojoyo, sementara Sarimuda terpelanting ke posisi tiga tapi masih dalam rentang margin error,” ujarnya.

Muchtar menerangkan survei LSPI dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan pernyataanya dengan sampel sebanyak 820 responden yang diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah terlatih. Adapun margin of error sebesar ± 3,5% pada tingkat kepercayaan 95%. (Fid/AJ)