Indopolitika.com   Survei yang dilakukan Pusat Data Bersatu (PDB) terhadap 1.090 responden di 20 provinsi pada 23 Juni – 1 Juli 2014, menunjukan bahwa elektabilitas pasangan Prabowo Subianto – Hatta Rajasa, sudah berhasil menyalip pasangan Joko Widodo (Jokowi) – Jusuf Kalla (JK).

Prabowo – Hatta elektabilitasnya mencapai 40,6 persen, sedangkan Jokowi – JK mencapai 32,3 persen. Sebanyak 15,8 persen responden mengaku belum menentukan pilihan, 11,0 persen tidak mau menyebutkan pilihan dan 0,5 persen mengaku akan mengambil sikap golput atau tidak memilih.

Direktur PDB Ahmad Ridwan, dalam pemaparannya di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (3/7/2014), mengatakan Jokowi – JK sulit untuk mengungguli elektabilitas Prabowo – Hatta karena pencoblosan hanya tinggal hitungan hari.

“Berdasarkan pengalaman saya, sulit untuk Jokowi – JK menang,” katanya.

Dalam survei tersebut masih ada 15,8 persen yang mengaku belum menentukan pilihannya. Menurutnya kelompok masyarakat yang belum menentukan pilihan adalah kelompok terdidik dari golongan menengah, yang masih menunggu hingga saat terakhir.

“Mereka masih menunggu saat-saat terakhir, salah satunya adalah debat terakhir. Kami menilai pasangan Prabowo – Hatta tampil cukup konsisten dalam setiap acara debat, sehingga kemungkinan akan kembali meraih dukungan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Ahmad Ridwan juga menyebutkan bahwa PDB sudah sejak tahun lalu menggelar survei tentang elektabilitas calon presiden, termasuk Prabowo dan Jokowi. Diketahui elektabilitas Prabowo yang awalnya dibawah Jokowi terus naik hingga mampu melampaui Jokowi.

Sedangkan elektabilitas Jokowi cenderung stagnan karena dari pasangan Jokowi – JK relatif tidak ada pembaharuan strategi kampanye. Sejak awal Jokowi dikenal merakyat, dan hanya itu saja yang dijual tim kampanyenya hingga kini.

Diketahui, salah satu pendiri PDB adalah Didik J, Rachbini, yang merupakan kader Partai Amanat Nasional (PAN) serta terlibat dalam tim sukses Prabowo – Hatta. (tbn/ind)