Indopolitika.com   Lembaga survei Political Communication Institute (Polcomm) melakukan survei elektabilitas dua pasang capres-cawapres. Hasilnya, Jokowi-JK unggul tipis atas pasangan Prabowo-Hatta.

“Pasangan Prabowo-Hatta memiliki tingat elektabilitas 43,3 persen dan pasangan Jokowi-JK sebesar 46,4 persen, unggul tipis 3,1 persen suara. Sedangkan responden yang belum menentukan pilihan sebesar 8,5 persen dan responden yang merahasiakan pilihannya sebesar 1,8 persen,” kata peneliti senior Polcomm, Abdal Maturaga, di Hotel Gran Alia, Selasa (24/6/2014).

Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan melibatkan 1.200 responden yang tersebar di 33 prvinsi. Penelitian dilakuan dengan wawancara langsung secara tatap muka pada 16-20 Juni 2014 dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin error sebesar 3,1 persen.

Survei ini menunjukkan responden menyatakan bahwa mereka sudah tahu rekam jejak pasangan capres-cawapres sebesar 80 persen. Hanya tahu nama 17,9 persen. Belum tahu rekam jejak capres-cawapres 1,8 persen. Tidak tahu sama sekali rekam jejak capres-cawapres 0,3 persen.

Sebagian besar responden sudah menentukan pilihan capres cawapres pada 9 juli 2014 dengan angka 89,7 persen sudah tahu pasangan capres-cawapres yang akan dipilih.

Mayoritas pendukung juga sudah tahu Pilpres bakal dihelat 9 Juli 2014 mendatang. Yang belum mengetahui berada pada kisaran angka 2,1 persen. Informasi yang diberikan KPU berhasil diserap oleh publik dengan baik.

“Itu terbukti dengan angka pengetahuan masyarakat pada pemilu pilpres 9 Juli 2014 yang sangat tinggi. Antusiasme masyarakat meningkat dilihat dari tingkat pengetahuan pemilih akan waktu pelaksanaan pemilu pilpres,” kata Abdal.

Responden yang memilih Prabowo-Hatta dengan harapan Indonesia memiliki pemimpin yang tegas, berintegritas kuat, visioner, memiliki konsep dan kerangka kerja yang jelas, mampu membawa perubahan bagi indonesia. Prabowo-Hatta juga diyakini mampu mengembalikan kedaulatan bangsa di kancah internasional.

“Responden yang memberikan suara ke Jokowi-JK menaruh harapan bahwa saat ini bangsa indonesia membutuhkan pemimpin yang sederhana, merakyat, mengutamakan kerja, memiliki bukti dan kerja nyata, kreatif dan inovatif, serta merepresentasikan wong cilik. responden merasa terwakili dengan karakter Jokowi yang berasal dari bawah,” pungkasnya.