Indopolitika.com –  Hasil survei Pusat Data Bersatu (PDB) menunjukkan selisih elektabilitas pasangan nomor urut satu, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, dengan pasangan nomor urut dua, Joko Widodo-Jusuf Kalla, semakin tipis.

Melalui siaran pers, Selasa (10/6/2014), peneliti senior lembaga survei yang didirikan oleh politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Agus Herta, menjelaskan bahwa sampai pada akhir Mei 2014, selisih kedua pasang capres-cawapres tersebut hanya 5,7 persen. “Dari survei yang kita lakukan di tujuh kota besar, Jokowi-JK meraih 32,2 persen suara dan Prabowo-Hatta meraih 26,5 persen,” ujarnya.

Menurut Herta, dari delapan kali pelaksanaan survei, tren elektabilitas Jokowi-JK cenderung turun, sementara elektabilitas Prabowo-Hatta cenderung naik. Namun, Herta tidak dapat memastikan sampai di mana kenaikan atau penurunan elektabilitas tersebut. “Dalam pengalaman riset, tren sulit berubah dalam waktu sempit. Yang turun akan tetap turun dan sebaliknya,” kata Herta.

Pengumpulan data survei dilaksanakan dari tanggal 26 Mei sampai dengan 1 Juni 2014 dengan jumlah responden 2.688 yang tersebar di tujuh kota pada tujuh provinsi besar di Indonesia. Jenis responden adalah pengambil keputusan, baik kepala keluarga maupun istri kepala keluarga. Pengumpulan data dilakukan tatap muka dan kuesioner terstruktur.

Sekadar gambaran, dari tujuh kota besar yang disurvei, Prabowo-Hatta menang di Medan dan Bandung. Sementara itu, Jokowi-JK menang di Semarang, Balikpapan, dan Makassar. Adapun suara di Jakarta dan Surabaya sangat ketat. (Ind/kp)