Indopolitika.com  – Direktur Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) Husin Yazid menyatakan hasil survei yang dilakukan lembaganya menempatkan pasangan capres dan cawapres Prabowo-Hatta mengungguli Jokowi-JK. Prabowo-Hatta mendapat suara

“Sedangkan pemilih yang belum menentukan tapi akan memilih mencapai 12,39 persen,” kata dia, di Resto Bengawan Solo Grand Sahid Hotel, Minggu (15/6).

Mengacu dari hasil ini, maka pasangan capres bernomor urut satu ini mulai memasuki tren kenaikan positif sekitar 5,36 persen. Sedangkan Jokowi JK cenderung masuk fase tren menurun 1,75 persen. Puskaptis mensurvei responden sejak 6 sampai 12 Juni 2014 di 33 provinsi. Husin menjelaskan, Prabowo mengungguli Jokowi di wilayah Jawa, Sumatera, Bali dan NTT. Sedangkan Jokowi-JK unggul tipis di Sulawesi, Kalimantan, dan Papua.

“Tapi Prabowo Hatta menang di Banten, Jatim dan Jateng kalau Jokowi-JK unggul di Jakarta, Jawa Barat dan Yogyakarta. Hasil ini membuktikan bahwa peta politik 2014 kian ketat dan panas,” jelasnya.

Adapun pemilih terbanyak di Jawa memilih Prabowo Hatta terus naik mencapai 5,65 persen. Sebaliknya elektabilitas Jokowi JK turun sebesar 2,75 persen. “Tentunya dengan hasil survei ini tim Prabowo harus mewaspadai pemilih di Jawa Barat yang terbanyak,” katanya.

Saat ini, kata dia, banyak warga yang menilai sosok Prabowo Subianto adalah figur berkarakter tegas, berwibawa, berani sehingga diharapkan ke depan mampu membawa Indonesia ke arah lebih baik. Begitu pula dengan pandangan orang terhadap Jokowi-JK.

“Itu semua tidak bisa dibantah, bila sentuhan pribadi capres dan cawapres ikut mempengaruhi warga pemilih,” ucap dia.

Survei ini sendiri, menurut Husin, dilakukan berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan data-data kuantitatif dan kualitatif. Populasi survei yakni WNI di 33 provinsi, 115 kabupaten kota yang punya hak pilih 9 Juli 2014 di tingkat provinsi.

Untuk menentukan responden, Puskaptis memilih melakukan secara random sistemis. Responden yang terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara.

Jumlah sampel yang disurvei ada sebanyak 2.400 responden, dengan sampling error + 1,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Penarikan sampel dilakukan dengan Metode Multistage Random Sampling. Quality Control terhadap survei dilakukan secara acak sebesar 20 persen. (Ind/mdk)