Indopolitika.com  Potensi golput (golongan putih) dalam pilpres 9 Juli lumayan besar. Survei The Founding Fathers House (FFH) mencatat 20%. Ini tantangan berat KPU.

Menurut peneliti senior FFH, Dian Permata, tingginya peluang golput dalam pilpres 2014 harus segera diantisipasi KPU.

“FFH khawatir, angka 20% itu benar-benar menjadi golput dalam pilpres nanti. Sisa waktu 14 hari, KPU harus lebih serius dan ngotot untuk sosialisasi,” ungkap Dian kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (26/6/2014).

Dalam survei FFH yang digelar 19 Mei-21 Juni 2014 terhadap 1.090 responden pengguna hak pilih tersebar di 34 provinsi. Ditemukan, 78,6% masyarakat sudah menyatakan akan memilih. Sementara 1,4% tidak menggunakan hak pilih alias golput, dan 20% belum menentukan pilihan.

“Bisa saja, 20% yang belum punya pilihan itu benar-benar golput. Jadi total golput mencapai 21,4%, besar kan. Ini harus diantisipasi agar kualitas demokrasi lima tahunan bisa terjaga,” tutur Dian.

Menariknya lagi, lanjut Dian, 20% pemilih yang menyatakan belum punya pilihan semula sudah memiliki jago. Namun mereka ragu karena adanya fanatisme yang berlebihan dari tim sukses.

“Kan kami tanya, kenapa tidak punya pilihan. Alasannya macam-macam. Sebanyak 27% mengaku sudah punya pilihan, namun masih ragu karena perilaku timses yang fanatiknya berlebihan. Nah, ini harus menjadi catatan dari timses seluruh pasangan capres,” tutur dia. (in/ind)