Akademi Bela Negara (ABN) yang diinisisasi Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, hari ini Minggu (16/7/2017), diresmikan oleh Presiden Jokowi. Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyatakan ABN dilaksanakan mengingat kondisi kekinian bangsa terkait adanya rongrongan terhadap keberadaan Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. “Di tengah-tengah berbagai gelora yang mencoba menawarkan alternatif di luar Pancasila, adalah tugas bagi anak-anak bangsa untuk membangun kembali kesadaran berbangsa dan bernegara,” kata Surya Paloh dalam kesempatan launching akademi ini beberapa waktu sebelumnya.

Presiden Jokowi tiba untuk meresmikan akademi ini pada pukul 10.00 WIB. Tampak menyambut kehadiran Bapak Presiden adalah Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh juga sejumlah tokoh partai politik dan pejabat negara antara lain Jaksa Agung Prasetyo, Ketua DPR Setya Novanto, Mendag Enggartiasto Lukita, Menko Polhukam Wiranto, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Menteri LHK Siti Nurbaya, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, tak ketinggalan juga hadir Ketua Partai NasDem Sumatera Selatan yang juga Gubernur Sumsel Periode 2003-2008, Syahrial Oesman.

Pusat Pendidikan dan Latihan Bela Negara yang diberi nama Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem, yang dibangun di atas lahan seluas 4.900 meter persegi di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Fasilitas pendidikan ini mengedepankan pelatihan karakter kader bela negara. Mereka yang didaulat menjadi mahasiswa di ABN NasDem tidak dididik menjadi tentara, namun dilatih agar berlaku disiplin dalam berbuat dan bertindak.

Ini terobosan luar biasa. Akademi ini pertama kali dibuat oleh parpol di Indonesia. Partai NasDem jadi pelopor – Syahrial Oesman

Gubernur ABN Partai NasDem IGK Manila menjelaskan tentang susunan silabus di fasilitas pendidikan yang ia pimpin. Sebanyak 38 persen dari komponen pendidikan difokuskan pada kepribadian dan kejiwaan.
Sisanya baru pendidikan kebangsaan dengan presentase 31 persen dan kepartaian 31 persen. Proporsi itu menggambarkan pendidikan psychological sebagai prioritas utama dari ABN.

Syahrial Oesman menyambut baik kehadiran akademi ini dan mengatakan salut serta bangga pada inisiator pembentukannya. “Ini terobosan luar biasa. Akademi ini pertama kali dibuat oleh parpol di Indonesia. Partai NasDem jadi pelopor,” ujarnya.

Syahrial berharap para lulusan akademi ini akan menjadi kader-kader negarawan yang tegak berdiri demi bangsa dan negara. Mengedepankan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi dan golongannya. “Negara bangsa ini didirikan dengan perjuangan luar biasa. Para pendiri bangsa telah membangun fondasi yang kuat yaitu Pancasila. Ini yang harus dijaga dan jadi ruh bagi kehidupan bernegara. Persatuan, kesatuan dan keutuhan bangsa harus diutamanakan. Keragaman, kebebasan beragama dan harmoni harus jadi bagian dari keseharian kita. Akademi ini adalah kawah candradimuka, membentuk kepribadian nasionalis, demokratis dan religius,” pungkasnya. (ind)