Palembang – Gubernur Sumsel 2003-2008 Syahrial Oesman menyampaikan keprihatinan mendalam atas nestapa kemanusiaan yang menimpa Rohingya di Myanmar,  yang tersiar ramai di lini massa belakangan ini dengan kurugian harta, korban jiwa bahkan mengungsi ke beberapa tempat tanpa penanganan memadai.

Konflik berkepanjangan selama lima tahun lebih yang menjadikan nasib Rohingya tidak kunjung membaik, meski desakan dari berbagai negara di dunia meminta pemerintah Myanmar segera menghentikan konflik. “Saya bersyukur pemerintah Indonesia sudah melakukan upaya diplomatik pada pemerintah Myanmar untuk segera menghentikan nestapa kemanusiaan Rohingnya,” kata Syahrial.

Penerima Bintang Maha Putra Utama 2007 ini menambahkan era millenial melahirkan kecepatan infromasi, jadi berita yang kita dapat tentang Rohingya mungkin simpang-siur atau pada beberapa bagiannya hoax. “Tapi di sini kita dapat memastikan ada kekerasan di sana; bahwa satu kelompok ditindas oleh kelompok lainnya,” ucapnya.

Sebagai manusia, tegas Syahrial kekerasan dan penindasan itu, siapa pun pelakunya dan siapa pun yang jadi korbannya harus segera dihentikan karena inti dari kehidupan adalah menghargai keberlanjutan kehidupan dengan mengindahkan rasa saling menghargai antar sesama tanpa dibedakan oleh ras, suku bahkan agama.

“Saya bersyukur budaya luhur kita yang saling menghargai satu sama lain masih menjadi pondasi kuat yang menopang bangunan kebangsaan kita. Ini harus terus kita jaga dan tingkatkan, terutama dalam menciptakan tatanan kehidupab baik dan bermartabat,” pungkasnya. (Fied)