Tahun 2013, Istri Bupati Karawang Sempat Diperiksa Kejari Soal Gratifikasi


Indopolitika.com  Bukan kali ini saja istri Bupati Karawang Nur Latifah terserempet kasus hukum. Pada Maret 2013 lalu, dia diperiksa Kejaksaan Negeri Karawang karena dituduh terlibat kasus tindak pidana dugaan menerima uang (gratifikasi) hasil korupsi  Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tarum Kabupaten Karawang, yang mengakibatkan kerugian negara Rp 1,8 Miliar.

Saat itu, pihak Kejari Karawang memanggil dua orang saksi dan satu orang yang sudah ditetapkan jadi tersangka, namun pada  pemeriksaan saat itu,  yang datang Hj. Nurlatifah Ade Swara dan Ny. Eneng, yang disebut sebagai mantan tim sukses pada saat Pemilihan Bupati Karawang. Jaksa di Kejaksaan Negri Karawang yang memeriksa di ruang Jampidsus, mengatakan, Nur Latifah dipanggil sebagai saksi untuk tersangka mantan Direktur Umum PDAM Tirta Tarum, Agung Wisnu Indrajati (AWI).

“Hj. Nurlarifah, dimintai keterangan sebagai saksi selama 6 jam. Sebelumnya, kami juga sudah meminta kesaksian salah seorang mantan tim sukses Bupati Ade Swara, Eneng,” jelas Kasi Intel Kejari Karawang, Imran Yusup. SH.

Nur latifah dan Eneng diminta untuk memberikan keterangan tambahan, terkait dugaan gratifikasi yang diterima Nurlatifah. Pada waktu tersangka AWI diperiksa, dia   mengatakan pernah memberikan uang kepada Hj. Nurlatifah, saat berkunjung ke Hong Kong. Ia membeberkan kalau hasil korupsi yang dilakukannya tidak dinikmati sendiri, tapi ada juga pihak lain yang menikmatinya, sambil menyebutkan nama orang nomor satu di Karawang dan isterinya hingga beberapa anggota Komisi B DPRD Karawang. (bb/ind)

Next post Rekapitulasi Suara di Luar Negeri: Prabowo-Hatta 313.600 Suara, Jokowi-JK 364.283 Suara

Previous post Pilpres 2014, Walikota Tangsel Apresiasi Kinerja KPU

Related Posts