Bojonegoro, — Pilkada Bojonegoro yang akan diselenggarakan pada 2018 sudah mulai ramai diperbincangkan. Berbagai macam baliho bakal calon bupati bojonegoro sudah mulai menghiasi jalan-jalan protokol di Bojonegoro yang dikenal sebagai kota ledre. Menariknya, dalam kontestasi kali ini muncul beberapa nama bakal calon bupati perempuan.

Menanggapi hal tersebut, salah satu bakal calon Bupati Anna Muawanah menilai, banyaknya bakal calon bupati perempuan di Pilkada Bojonegoro kali ini menunjukkan iklim demokrasi yang positif.

“Tidak ada masalah. Justru ini menunjukkan demokrasi yang sehat dimana ada partisipasi perempuan dalam politik,” kata Anna ketika dihubungi, Jumat (6/10).

Politisi perempuan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang sudah tiga periode duduk sebagai legislator mewakili kabupaten Bojonegoro-Tuban tersebut justru bangga dengan banyaknya partisipasi perempuan dalam kontestasi Pilkada.

“Saya justru bangga, karena apa yang selama ini kita perjuangkan di parlemen untuk meningkatkan partisipasi politik kaum perempuan bisa diimplementasikan disini,” ujarnya.

Sebagai politisi yang juga aktif sebagai pengurus pusat Muslimat NU ini tidak merasa terancam dengan banyaknya bakal calon bupati perempuan.

“Soal pilkada itu seni untuk meyakinkan pemilih dengan program prorakyat sesuai keinginan masyarakat mayoritas. Semua punya peluang dan kesempatan,” tandasnya.

Dengan pengalaman yang dimilikinya dalam dunia politik dan modal sosial yang ia miliki sebagai anggota DPR RI, Anna yakin memiliki kemampuan lebih dibandingkan bakal calon bupati perempuan yang lainnya. “Yang jelas, dengan pengalaman saya sebagai anggota DPR RI, saya optimis dan yakin bisa meyakinkan masyarakat dan menjalankan beberapa program pro rakyat dibandingkan calon perempuan yang lainnya,” tegasnya.

Sebagai informasi, ada beberapa deretan nama bakal calon bupati perempuan yang didengungkan bakal meramaikan bursa politik Pilkada 2018. Selain Anna Muawanah, ada beberapa nama lainĀ  Seperti, Mitro’atin (Ketua DPRD Bojonegoro, Mahfudloh Suyoto (Istri Kang Yoto), Nurul Azizah (Kepala Dinas Lingkungan Hidup), Sally Attyasasmi (Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro, Diana (Anggota komisi D DPRD Bojonegoro).