Persoalan sampah memang menjadi masalah yang tidak mudah diatasi. Namun, masyarakat Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, sepertinya telah mengantisipasi sejak jauh hari. Saat ini kota yang dipimpin Wali Kota Airin Rahcmi Diany tersebut tengah memperluas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang.

Untuk diketahui, TPA Cipeucang memiliki luas lahan 5,6 hektar dengan menampung 150 ton per hari. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel berencana memperluas 5 hektar lagi sehingga total luas TPA Cipeucang mencapai 10,6 hektar. Perluasan lahan TPA Cipeucang ini akan bisa digunakan pada tahun depan.

Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Tangsel, Mochammad Taher Rachmadi, mengatakan, dengan diperluasnya 1,5 hektar Landfill 2 TPA Cipeucang, maka tumpukan sampah yang ada akan segera bisa terurai. Apalagi saat ini sedang dibangun Landfill 2 yang kapasitasnya bisa menampung sampah hingga sampai 6 tahun ke depan.

“Dengan perluasan TPA Landfill 2 maka tak perlu lagi khawatir akan terjadi over kapasitas. Jika beroperasi penuh maka persoalan sampah akan selesai,” kata Taher kepada media, Selasa (25/8/2015) pagi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Tangsel, Muhammad menambahkan, perluasan TPA Cipeucang akan terus dilakukan sesuai dengan kebutuhan lapangan. Saat ini Dinas terkait telah melakukan perluasan agar persoalan sampah di Tangsel bisa cepat tertangani dengan baik.

“Jika dibutuhkan akan kembali di luaskan lahan TPA itu,” imbuh Mohammad.

Sedangkan Kepala UPT TPA Cipeucang, Tedi Krisna menyebut Pemkot Tangsel sendiri sebetulnya sudah memiliki masterplan untuk TPA Cipeucang. TPA ini rencananya akan diperluas sampai 15 hektar. Namun saat ini masih proses pembebasan lahan. Saat ini sudah ada sekitar 1,5 hektar baru yang sudah dibebaskan, dan akan dijadikan lokasi Landfill 2.

Sementara itu pegiat bank sampah di Tangsel Ismedi menuturkan penanganan sampah dalam empat tahun terakhir lebih terkendali dengan baik. Ada tiga penanganan sampah yang dilakukan Tangsel. Pertama, pengelolaan sampah oleh Pemkot dimana penanganan sampahnya fokus pada pembuangan sampah di Cipeucang. Sampah tidak hanya ditumpuk tetapi juga dipilah dan dipilih antara sampah organik dan non organik

Kedua, penanganan sampah yang dikelola TPSSP3R/Pembuangan Sampah Terpadu. Ada 30 kelompok yang menangani sampah dari masyarakat. Sampah organik dibuat kompos sementara non organik dibuat kerajinan tertentu. Ketiga, pembentukan lembaga bank sampah. Saat ini sudah ada bank sampah yang tersebar di 10 kelurahan.

“Ini merupakan inisiasi dari masyarakat yang peduli sampah di Tangsel. Saat ini penanganan sampah sudah sangat baik,” tukas Ismedi. (Ind)