Menkopolhukam, Laksamana (Pur) Tedjo Edy Purdijatno, dinilai mendapat rapor merah oleh lembaga survei publik Indexpolitica. Sebabnya, menteri tersebut mengeluarkan perkataan yang melukai hati rakyat.

“Ada tiga menteri: Tedjo Edy, Tjahjo Kumolo, dan Rini Soemarno,” imbuh Denny Charter Direktur Eksekutif Indexpolitica, Selasa (27/1). Ketiga menteri itu mendapatkan sentimen negatif yang sangat tinggi dari netizen.

Tedjo disoroti negatif, karena menuding masyarakat yang berdemo membela KPK pada saat Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, ditangkap, sebagai masyarakat tidak jelas. Tudingan ini bergulir begitu cepat. Masyarakat dan pengguna internet langsung merespon perkataan itu secara negatif. Pembantu Presiden Jokowi satu ini dinilai semakin memperburuk citra pemerintahan.

Menteri Rini dinilai kontroversial ketika akan menjual sebuah gedung kementeriannya. Sedangkan Tjahjo dinilai kurang tegas menyikapi ditjen pemberdayaan masyarakat desa. Apakah ditjen tersebut dibawah kemendagri atau pindah ke kementerian desa.

Secara umum , pihaknya menilai kinerja menteri menteri Jokowi biasa saja, ini bisa dilihat dari grafik Sentimen Index kinerja Kabinet, bisa dilihat online di www.indexpolitica.com. “Sebagian besar masih berkumpul di sekitar titik nol artinya Nothing Special. Kecuali Menteri Susi Pudjiastuti yang melejit sendiri diatas,” ujar Denny.‎ Kebijakan dari Menteri Susi yang kontroversi sepertinya memuaskan Netizen seperti ketegasan menegelamkan kapal pencuri ikan.

Selanjutnya ada Menteri Desa Marwan Jafar diperingkat kedua yang juga mendapat sentimen positif oleh Netizen. Marwan dinilai bersemangat dalam membangun desa. Metode yang digunakan oleh Indexpolitica adalah dengan mendokumentasikan semua pembicaraan di media sosial terhadap seorang menteri dan kementeriannya. Data didokumentasikan sejak Kabinet Kerja Jokowi dilantik sampai dengan sekarang.

Data tersebut kemudian dianalisa dengan metode statistik kuantitatif sehingga dapat ditarik sebuah kesimpulan sementara. Setidaknya hasil monitoring dari indexpolitica ini bisa menjadi second hand opinion terhadap kinerja kabinet Jokowi. (rep/ind)