Pergerakan partai politik menghadapi pemilihan gubernur Kepulauan Riau cukup dinamis namun terkesan malu-malu. Suara dukungan kerapkali muncul dari elit parpol daerah terhadap nama tertentu meski belum sepenuhnya seragam. PKS contohnya. Partai berlambang bulan sabit kembar ini punya kecenderungan yang beragam di tiap daerah.

PKS Batam, misalnya, dikabarkan lebih condong untuk mendukung Soerya Respationo. Sedangkan DPD PKS Tanjungpinang dan Bintan akan mengusung tokoh gubernur sekarang H.Muhammad Sani.

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik Lembaga Kajian Politik Islam dan Pancasila Yudha Firmansyah mengatakan, dalam menjatuhkan dukungan semestinya PKS mendasarkan diri pada ideologi yang dimiliki. Pasalnya, dari semua partai Islam yang ada hanya PKS yang sampai saat ini dinilai masih konsisten memperjuangkan nilai-nilai keislaman.

“Lebih baik jika yang didukung adalah tokoh yang bisa memperjuangkan idealisme partai, yang komit terhadap nilai-nilai keagamaan,” kata Yudha, Minggu (10/5).

Menurut Yudha, sebagai partai dakwah, PKS berkepentingan membangun masyarakat yang sesuai dengan etika Islam. Karena itu, sambungnya, tentu akan bertolak belakang jika yang didukung nanti sama sekali tidak peduli dengan masalah keagamaan.

”Ini kan prinsip utamanya. Itu pun kalau PKS benar-benar mau konsisten di jalur ideologis,” tegasnya.

Ketika ditanya siapa calon yang tepat untuk didukung PKS, ia enggan menyebutkan nama. Ia mengembalikan kepada pengurus DPW PKS Kepri yang punya kewenangan untuk menentukan. Ia yakin, pengurus dan kader PKS Kepri lebih tahu siapa di antara dua sosok di atas yang layak diusung dan didukung.

Dihubungi terpisah, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Politik (Stisipol) Raja Ali Haji Suhardi Mukhlis mengatakan, selain pertimbangan ideologis, PKS pasti punya kalkulasi politik tersendiri dalam mendukung calon. Hal itu tidak lepas dari gejala yang umum menjangkiti partai politik dewasa ini yang cenderung pragmatis.

“Sekarang ini kan ideologi sudah mencair. Sulit kalau diharapkan partai tetap di rel idealismenya,” tuturnya.

Kalkulasi politik seperti potensi menang atau kalah, ujarnya, termasuk keuntungan pragmatis yang didapat akan menjadi bagian yang sulit dihindari. Namun demikian, ia masih berharap di Pilgub nanti PKS mengarahkan dukungannya pada tokoh yang betul-betul memiliki prestasi menonjol.

“Tokoh yang punya kepemimpinan strong leadership, yang membela kepentingan masyarakat dan membawa kesejahteraan,” pungkasnya. (ind)