Indopolitika.com – Tim Advokasi pasangan calon presiden nomor urut 1 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mengadukan Wimar Witoelar ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jumat (20/6). Mantan juru bicara Presiden Gus Dur itu dilaporkan melakukan penghinaan dan kampanye hitam melalui akun jejaring sosial.

“Saudara Wimar mem-posting foto di akun twitternya @wimar dengan judul Gallery of Rogues, Kebangkitan Bad Guys. Dilihatkan gambar Prabbowo bersandingan dengan beberapa tokoh teroris seperti Osama Bin Landen,” kata juru bicara Tim Advokasi Prabowo-Hatta, Habiburokhman, di kantor Bawaslu, Jakarta.

Dalam bahasa Indonesia, lanjut Habiburokhman, Rogue diartikan sebagai bajingan. Dan Bad Guys merujuk pada orang jahat. Selain menyandingkan foto Prabowo dengan Osama Bin Laden, menurutnya dalam foto tersebut juga disisipkan lambang beberapa ormas Islam. Seperti Muhammadiyah dan Hisbut Tahrir Indonesia.

Habiburokhman mengatakan, perbuatan yang dinilai mengarah kepada pembunuhan karakter tersebut memang sulit ditindak melalui UU Pilpres nomor 42 tahun 2008. Karena Wimar tidak terdaftar sebagai pelaksana, peserta, dan petugas kampanye pasangan capres manapun.

“Tapi kami lapor ke Bawaslu agar bisa dikoordinasikan dengan Sentra Gakkumdu yang terdiri atas Kepolisian dan Kejaksaan Agung. Ini kan arahnya sudah kampanye hitam dan bisa ditindak dengan pasal pidana umum,” ujarnya.

Meski Wimar diketahui telah menutup akun twitternya, dan meminta maaf melalui akun baru dengan nama berbeda, Habiburokhman menegaskan laporan akan tetap dilanjutkan.

“Di akun twitternya yang baru dia (Wimar) kan cuma minta maaf sama Muhammadiyah. Kami ingin yang bersangkutan meminta maaf secara resmi kepada Pak Prabowo dan Koalisi Merah Putih, dan diketahui publik,” kata dia.

Wimar juga diminta untuk meralat perkataannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang dianggap fitnah tersebut. Jika dipenuhi, Habiburokhman memastikan tidak akan melanjutkan laporan terhadap Wimar.  (rep/ind)