Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Husni Kamil Manik, menegaskan penyelenggara pemilu tidak akan berpihak ke salah satu kubu di tubuh Partai Golkar, menyikapi pencalonan kepala di pilkada serentak 2015.

“KPU selalu mengambil keputusan berdasarkan keputusan yang belaku dan itu konsisten kami terapkan sampai sekarang. Kami tidak mencampuri urusan internal partai Golkar, karena kami tidak memiliki kewenangan untuk mencampurinya. Siapa pun yang menjadi pengurus di partai Golkar, juga partai-partai lain, itu merupakan kewenangan internal partai tersebut,” kata Husni di Jakarta, Jumat (23/1).

Meski mengaku tidak akan mencampuri internal partai, namun sebagai penyelenggara Husni berharap Partai Golkar dapat segera menyelesaikan konflik yang ada.

“Kami berharap pihak-pihak yang sedang berproses dalam dinamika mereka, dapat duduk bersama. Kami menanti apa yang menjadi putusan akhir dari Kemenkumham yang diberi mandat oleh Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011, tentang Partai Politik. Apakah nanti akan menunjuk berdasarkan hasil islah atau putusan pengadilan,” katanya.

Saat ditanya bagaimana nanti sekiranya hingga proses tahapan islah belum juga tercapai, Husni menegaskan pihaknya akan menanyakan ke Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkum), kubu kepemimpinan mana yang dianggap sah.

 “Intinya KPU akan mengakomodir partai yang kepengurusan sudah terdaftar, yang sudah diakui Kemenkumham,” katanya. (jp/ind)