Dua calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terpilih yaitu Achsanul Qosasi dan Harry Azhar Azis berjanji akan segera mengundurkan diri dari partai politik (parpol).

“Saya dalam dua hari ini akan menghadap Ketua Umum (Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono) untuk mengajukan pengunduran diri,” kata Achsanul setelah menghadiri pemungutan suara dalam rangka memutuskan calon anggota BPK terpilih periode 2014-2019 di Komisi Keuangan dan Perbankan (XI) DPR di Jakarta, Senin.

Achsanul, yang sebenarnya juga merupakan anggota Komisi XI DPR, berjanji pula akan mengundurkan diri dari posisinya sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) dan sebagai unsur pimpinan di Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

“Nanti saya juga akan pamit ke Pak Prabowo (Prabowo Subianto, Ketua HKTI),” ujarnya.

Achsanul dan Harry Azhar adalah dua politisi dari lima anggota BPK terpilih periode 2014-2019. Achsanul merupakan politisi Partai Demokrat, sedangkan Harry Azhar adalah politisi Partai Golkar.

Achsanul dan Harry Azhar juga menyatakan siap menerima sanksi jika nanti terbukti tidak objektif, profesional dan independen sebagai anggota BPK.

Meskipun dirinya seorang anggota Komisi XI, Achsanul mengklaim pemilihan anggota BPK telah berjalan objektif sesuai kapasitas dan rekam jejak masing-masing calon anggota.

Dia mengaku memiliki kecakapan di bidang ekonomi dan akutansi karena pernah menjadi pejabat di institusi perbankan selama 20 tahun.

“Saya berterima kasih telah dipercaya menjadi (unsur) pimpinan BPK,” ujar dia.

Sementara Harry Azhar Azis menyebutkan dirinya akan berpamitan kepada Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie sesegera mungkin, sebelum pelantikkan anggota BPK tanggal 15 Oktober 2014.

“Saya akan ajukan pengunduran diri,” kata dia.

Sebelumnya, kepada para anggota Komisi XI DPR saat uji kelayakan dan kepatutan, Harry mencoba meyakinkan anggota Komisi XI dengan menyebut dirinya adalah satu-satunya calon pemegang gelar Doktor Ekonomi.

Jika dia terpilih, Harry berjanji akan meningkatkan kualitas pendapat dan rekomendasi BPK mengenai laporan keuangan, agar dapat memberikan implikasi positif untuk kebijakan pemerintah.

“Dengan begitu, saya akan membawa BPK dengan berbagai kebijakan agar lebih berperan membawa kesejahteraan rakyat,” ujar dia.

Achsanul dan Harry Azhar terpilih bersama tiga anggota lainnya yakni calon petahana yang masih menjabat sebagai Ketua BPK, Rizal Djalil dan calon petahana yang merupakan anggota I BPK Moermahadi Soerja Djanegara. Satu orang lainnya adalah pejabat Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Eddy Moelyadi Soepardi.

Moermahadi meraih suara terbanyak yaitu 32 suara, Harry Azhar 31 suara, Achsanul dan Rizal masing-masing 30 suara. Sementara Eddy, harus mengikuti pemilihan ulang bersama calon lainnya Nur Yasin. Eddy akhirnya unggul dengan mengantongi 31 suara. (ant)