Tersandera Suap Rp 1,2 Miliar, Rano Karno Tak Fokus Urus Banten

“Indikasinya banyak. Tugas-tugas pemerintahan seperti dijalankan setengah hati, asal-asalan. Banyak persoalan pembangunan yang tidak diurus dengan baik dan efektif,” kata peneliti Pusat Kajian Pembangunan dan Kebijakan Daerah Akmal Agustian


Indopolitika.com  Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Banten Rano Karno dinilai tidak begitu fokus menjalankan roda pemerintahan di Provinsi Banten. Pasalnya, pemeran Si Doel Anak Sekolahan ini disebut-sebut mengalami tekanan batin lantaran kasus suap Rp 1,2 miliar yang menimpa dirinya.

“Indikasinya banyak. Tugas-tugas pemerintahan seperti dijalankan setengah hati, asal-asalan. Banyak persoalan pembangunan yang tidak diurus dengan baik dan efektif,” kata peneliti Pusat Kajian Pembangunan dan Kebijakan Daerah Akmal Agustian dalam sebuah diskusi di BSD, Tangerang Selatan, Selasa (8/7/2014).

Menurutnya, meski belum lama ini Rano Karno telah merotasi sejumlah pejabat, ternyata rotasi itu hanya bersifat seremonial belaka. Sebab, setelah rotasi dilakukan belum ada hal berarti yang bisa ditunjukkan ke publik. “Apa komitmen mereka? apa gebrakannya? Kosong kan. Tak ada dinamika berarti,” ujanya.

Bahkan, lanjutnya, masyarakat Banten sampai saat ini belum merasakan kehadiran seorang pemimpin sejak ditahannya Ratu Atut Chosiyah oleh KPK. Ini lantaran, Rano Karno yang ditunjuk sebagai Plt tidak total mengisi kekosongan kepemimpinan.

“Tugas utama Plt itu bukan hanya melanjutkan, tapi juga selalu hadir membangkitkan harapan rakyatnya. Solidaritas rakyat Banten perlu ditumbuhkan untuk sama-sama majukan Banten,” terangnya.

Ia menyatakan, pengetahuan publik tentang Rano Karno terbatas pada kegiatan kunjungan atau sidak ke pasar-pasar. Selebihnya, tak ada beda antara dengan Rano Karno sewaktu menjabat wakil gubernur dan setelah diangkat jadi Plt.

“Saya sangat meragukan totalitas dan otentisitas dia menjalankan pemerintahan. Seperti orang ketakutan, dihantui kasus-kasus yang menyeret namanya. Mungkin takut dijadikan tersangka oleh KPK,” tegas Akmal.

Padaha dari segi kemampuan, ia meyakini Rano Karno punya kemampuan yang tak jauh beda dengan Ratu Atut. Pengalaman Rano di pemerintahan beserta kapasitasnya sebagai figur publik punya nilai tersendiri.

“Cuma ya kalau sudah terjerat susah bergerak,” pungkasnya. (ind)

Next post Para Pengusaha Muda Berharap Presiden Baru Perhatikan UMKM

Previous post Banten Harus Jadi Penentu Kemenangan Prabowo-Hatta

Related Posts