Sebagai daerah otonomi baru, jalannya pembangunan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berjalan secara gotong-royong. Dengan pola tersebut, terbukti mampu menyelaraskan dinamika keberagaman hingga tingkat masyarakat.

Seperti diketahui, belum genap lima tahun pemerintahan Kota Tangsel terbentuk secara definitif. Berbatasan langsung dengan Ibu Kota Jakarta, masyarakat yang mendiami kota termuda di Provinsi Banten itu sebagian besar berasal dari kaum urban dan memiliki bermacam latarbelakang.
Hanya saja, segala perbedaan itu mampu membentuk satu arah konsep pembangunan daerah. Tidak hanya bermacam komunitas budaya yang ada di dalamnya, turut berkembang pula komunitas-komunitas dari berbagai profesi.
Tak ketinggalan, kontribusi dari bermacam kelompok yang ada turut dituangkan dalam bentuk dukungan terhadap pasangan nomor urut 3, Airin Rachmi Diany sebagai pasangan calon Wali Kota dan Wali Kota Tangsel pada bursa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2015.
“Kita dari relawan pendukung yang terdiri dari 25 komunitas Organisasi Kepemudaan dan Profesi secara resmi mendeklarasikan dukungan terhadap Airin – Benyamin untuk maju di Pilkada nanti,” ungkap Ketua Tim Relawan Kemenangan Airin – Benyamin, Adi Sunaryo di tengah pengukuhan dan deklarasi kemenangan di kawasan Pamulang, Kota Tangsel, Minggu (8/11).
Dukungan demikian, lanjutnya, didasari oleh hasil kerja Airin – Benyamin selama lima tahun terakhir menahkodai pemerintahan Kota Tangsel. Majunya pembangunan di beberapa bidang, turut diberangi dengan kerukunan masyarakat. Terbukti, meski sebagai jendela Ibu Kota Jakarta, konflik di tingkat masyarakat bawah nyaris tidak dijumpai.
“Coba lihat di daerah lain, sering terjadi gesekan lewat adanya perbedaan-perbedaan di masyarakat. Selama memimpin Tangsel, bu Airin tetap on the track (sesuai jalur). Tidak ada kaum mayoritas dan minoritas di Tangsel,” ujar Adi Sunaryo yang akrab dipanggil Haji Yoyo itu. Pada Pilkada 2010 lalu, Haji Yoyo adalah tokoh sentral tim pemenangan Arsid.
Menanggapi harmoni keberagaman tadi, di tempat sama, Airin Rachmi Diany mengutarakan, konsep pembangunan di Kota Tangsel selama ini dilakukannya lewat pembangunan cerdas dan inovatif. Berdsarkan perkembangannya, Kota Tangsel sudah masuk dalam kategori kota metropolitan dengan jumlah penduduk mencapai 1,4 jiwa.
“Di tiap pemukiman, pasti terdiri dari budaya bermacam-macam. Selama menjadi kepala daerah, sudah menjadi tugas saya bersama jajaran untuk menjaga rasa kekeluargaan dan menghindarkan sifat individu serta mendorong untuk bersama-sama membangun daerah,” paparnya.
Dengan cara itu, secara tidak langsung potensi konflik di masyarakat dapat dihindari. Dikatakan Airin, pada intinya semua permasalahan di masyarakat dan daerah dapat mampu diatasi dengan sikap gotong-royong seluruh pimpinan daerah bersama tiap lapisan elemen masyarakat.
“Baik di dalam maupun luar kawasan perumahan, harmonisasi serta peran masyarakat harus terus kita jaga. Itu sudah menjadi tugas dan tanggungjawab kami sebagai pimpinan daerah,” ucapnya.
Terkait visi dan misi yang dibawa untuk kembali maju di Pilkada nanti, dengan sederhana Airin mengatakan akan meningkatkan program pembangunan selama lima tahun belakangan untuk lebih menjadikan Kota Tangsel cerdas dan inovatif.
“Tujuan kita memimpin daerah, pastinya untuk lebih meningkatkan lagi apa yang sudah dapat kita kerjakan. Dari situ, saya sangat yakin kerukunan antar masyarakat tetap terjaga. Semua permasalahan akan dapat diatasi apabila seluruh masyarakatnya dapat lebih dewasa dan cerdas,” tutupnya. (DA/ind)