Indopolitika.com  Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan klarifikasi sekitar tiga setengah jam di kantor KPK terkait laporan harta kekayaannya.

Jokowi mengungkapkan jika salah satu materi yang ditelisik KPK adalah soal cara dirinya memperoleh harta kekayaan yang dimilikinya saat ini.

“Misalnya kita beli sesuatu ini uangnya diperoleh dari mana. Ya tadi disampaikan, (contoh) ada yang saya membeli aset sesuatu asalnya duitnya dari mana? Dari menjual aset yang lain. Misalnya, seperti itu,” kata Jokowi sebelum meninggalkan kantor KPK, Jakarta, Kamis (26/6/2014) siang.

Jokowi menyampaikan hal demikian saat keluar pintu loby KPK. Ikut mendampinginya, adalah Ketua KPK, Abraham Samad.

Lebih jauh Jokowi menjelaskan, proses klarifikasi yang dilakukan KPK terhadap laporan harta kekayaannya secara rinci meliputi aset bergerak dan tidak bergerak.

“Meskipun saya bukan hanya sekali ini harta dicek oleh KPK, tahun 2005, 2010, 2012 juga sudah dicek di lapangan satu persatu ampai harta yg kecil-kecil dicek semua secara detil,” kata Jokowi.

Klarifikasi itu sambung Jokowi juga melihat jumlah harta kekayaanya secara berkelanjutan.

“Sekarang ini kembali melihat dari yang dulu sampai sekarang, misalnya ada yang baru berapa dan ada yang lepas berapa,” ujarnya.

Jokowi mengakui lagi, selain penurunan, juga terdapat tambahan aset harta kekayaannya. Tetapi saat ditanya berapa jumlah rinci hartanya, Gubernur nonaktif DKI Jakarta itu menolak membeberkan.

“Nanti secara rinci jumlahnya berapa akan kami sampaikanan pada tanggal 1 Juli di KPU (Komisi Pemilihan Umum),” imbuhnya. (trb/ind)