Pemerintah Indonesia akan memacu pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, kata Wakil Presiden M Jusuf Kalla.

“Banyak hal, termasuk mempercepat pembangunan infrastruktur, pembangunan ekonomi kami perbaiki, banyak,” kata Wapres di Jakarta, Jumat, menanggapi proyeksi pertumbuhan negara berkembang yang dikeluarkan Bank Dunia.

Dalam laporannya, Bank Dunia menjelaskan negara berkembang secara keseluruhan diproyeksi tumbuh 4,4 persen pada 2015.

Proyeksi tersebut menurun dari sebelumnya dalam edisi GDP Januari 2015 yang tumbuh 4,8 persen.

Kalla mengatakan harapannya bahwa rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih tinggi dari 4,4 persen.

Wapres mengatakan dengan pembangunan infrastruktur maka peningkatan ekonomi dalam waktu jangka panjang.

“Nanti kan dibikin jalan, pelabuhan lagi. Tidak berarti langsung selesai kan 1, sampai 2-3 tahun,” ujar Kalla.

Dalam laporannya, Bank Dunia mengatakan negara berkembang, termasuk Indonesia, sedang menghadapi sejumlah tantangan pada 2015 antara lain rendahnya harga komoditas serta harga minyak dunia yang rendah.

Bank Dunia juga melaporkan kenaikan suku bunga Amerika Serikat juga memicu pembiayaan negara berkembang menjadi ketat.

“Oleh karena itu, saya berharap harga komoditas sudah naik, masa turun terus. Tidak ada barang yang turun terus harganya, turun naik,” tegas Wapres. (ant)