Indopolitika.com   Putri mantan presiden Soeharto, Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto dalam beberapa minggu terakhir ini sering disebut dibeberapa media. Titik Soeharto ramai diperbincangkan akan rujuk kembali dengan Calon presiden Prabowo Subianto guna mengisi bakal calon ibu negara. Namun, belakangan mencuat rumor di kalangan pengusaha bahwa kemunculan Titiek juga terkait soal pendanaan politik Prabowo.

Informasi yang beredar secara terbatas menyebutkan, isu rujuknya Prabowo dengan Titiek hanya sampiran belaka. Kemunculan Titiek lebih sebagai pertanda politik tentang kesiapan dana untuk menunjang pemenangan pasangan Prabowo-Hatta.

“Kisaran bawahnya yang dipersiapkan tidak kurang dari Rp 2,5 Triliun. Kisaran atasnya Rp 3 Triliun,” kata seorang pengusaha yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (24/6).

Saat ditanya dari mana dana sebanyak itu, ia menyebut sejumlah nama pengusaha yang berjaya pada masa pemerintahan Soeharto. Nama konglomerat seperti Anthoni Salim disebut menyediakan dana hingga 1,2 triliun.

Selebihnya, ia menyebut sejumlah keluarga pengusaha seperti Mochtar Riady (Grup Lippo), Edwin Soerjadjaya, Keluarga Syamsul Nursalim (Gajah Tunggal), Sukanto Tanoto (Raja Garuda Emas) dan juga dari Roda Mas Group dan Keluarga Soeharto lainnya (Tutut, Bambang, Kel Sudwikatmono dan Probosutejo).

“Mereka akan kembali melalui Titiek yang bersedia membuka lembaran baru bersama Prabowo. Membuka lembaran baru belum tentu tinggal seatap,” ujarnya.

Ia menceritakan, nama seperti James Riady dan Prayogo Pangestu memang pernah disebut-sebut mendukung Jokowi. Tapi, karena satu dan lain hal, akhirnya mereka justru bergabung dengan Prabowo. Ia menduga, James berpaling ke Prabowo karena merasa tak mendapat kepastian konsesi bisnis dari Jokowi jika nanti menang sebagai presiden. “Pengalaman di Jakarta mengindikasikan itu,” kata pengusaha tersebut. (ind)