Sejumlah tokoh muda Kepulauan Riau meminta Gubernur yang saat ini menjabat, H.Muhammad Sani, untuk melanjutkan pembangunan di masa mendatang. Pasalnya, di bawah kepemimpinan Sani banyak kemajuan di Provinsi Kepri khususnya yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.

Ketua Relawan Kepri Bersatu Chairul mengatakan, salah satu bukti keberhasilan HM Sani ialah perannya dalam menurunkan angka kemiskinan. Menurutnya, jika pada tahun 2007 persentase kemiskinan mencapai 10,69 persen, maka pada tahun 2014 turun signifikan menjadi 5,26 persen.

“Dulu kemiskinan di atas rata-rata nasional. Sekarang, kita lihat sendiri jauh di bawah nasional,” katanya dalam acara Temu Tokoh Muda Kepri di Gedung Pusat Informasi Haji, Batam, Selasa (21/4/2015).

Keberhasilan tersebut, lanjutnya, merupakan buah dari tekad HM Sani yang memberi perhatian khusus pada masyarakat miskin. Berbagai program pengentasan kemiskinan telah banyak dijalankan seperti pemenuhan hak dasar penduduk miskin, pembinaan unit usaha, program rumah layak huni dan sebagainya. “Ini bukti nyata kecintaan dan kepedulian beliau,” tegasnya.

Pendapat senada juga disampaikan Ketua Kaukus Perempuan Lingga Siti Khotimah. Ia menyatakan, kebijakan pembangunan yang dijalankan HM Sani telah berhasil membawa provinsi yang baru berusia 13 tahun ini lebih maju. Bahkan kemajuan itu meninggalkan provinsi lain yang sudah lama berdiri.

“Saya bangga menjadi warga Kepri. Karena sekarang Kepri jadi salah satu provinsi yang berkembang pesat di segala bidang,” ujarnya.

Salah satu bidang yang ia sorot adalah bidang ekonomi di mana pertumbuhannya cukup pesat. Tahun 2013, katanya, laju pertumbuhan ekonomi Kepri di atas rata-rata nasional yang berdampak pada pengurangan angka kemiskinan.

Karena itu, sambungnya, tak alasan bagi HM Sani untuk tidak melanjutkan pembangunan yang sudah dijalankan. Semua kemajuan yang sudah dicapai harus dijaga dan ditingkatkan. Ia pun mendukung langkah HM Sani maju kembali menjadi Gubernur Kepri pada Pilkada Desember 2015.

“Karena pembangunan kita sudah on the right track. Kita tidak tidak ingin yang sudah benar ini berhenti di tengah jalan,” tandasnya. (ind)