Indopolitika.comPernyataan peneliti politik Agung Prihatna yang menyebut kejanggalan hasil hitung cepat (quick count) menguntungkan pasangan Jokowi-JK dinilai aneh. Direktur LSI, Dodi Ambardi mengatakan bahwa tuduhan Agung tersebut tidak berdasar.

“Pertama, pernyataan Agung bahwa hasil quick count lembaga survei yang berafiliasi Jokowi JK, seperti CSIS-Cyrus, SMRC, Litbang Kompas dan RRI adalah tuduhan tidak berdasar,” kata Dodi kepada wartawan di Jakarta, Jumat (11/7).

Sebagai peneliti opini publik, Agung ditantang untuk membuktikan tuduhannya. Apalagi lembaga yang dituding seperti RRI, Kompas, SMRC dan CSIS selama ini dikenal independen dan tidak berafiliasi dengan tim kampanye manapun.

Kedua, sambung Dodi, pernyataan Agung Prihatna soal pengkondisian sebelum pilpres juga sangat aneh. Pasalnya, lembaga survei hanya menggambarkan perilaku pemilih pada saat survei dilakukan.

“Selain itu digambarkan juga adanya pemilih yang bisa berubah pilihannya. Undecide voter bisa tentukan pilihannya dalam hari hari sebelum pemilihan,” ucapnya.

Ketiga, pernyataan Agung terkait klaim kemenangan sepihak saat data masih 70 persen terlalu mengada-ada. Dodi menegaskan, klaim kemenangan dinyatakan setelah hasil hitung cepat Kompas ditutup dengan keunggulan Jokowi-JK.

“Data masuk mencukupi ketika distribusi suara sudah terlihat stabil. Dan ini terlihat stabil sampai data sudah mencapai 99-100 persen,” jelasnya.

Hal senada juga dikatakan Dosen Ilmu Politik Universitas Airlangga, Haryadi. Ia menilai pandangan yang menyebut adanya pengkondisian dari hasil hitung cepat rilisan beberapa lembaga survei yang memenangkan pasangan Jokowi-JK, terlalu sederhana.

Haryadi menambahkan, sangatlah gegabah jika pengkondisian dikaitkan dengan sumber pendanaan. Menurutnya, tidak ada korelasi positif yang jelas bahwa sumber pendanaan menentukan kredibilitas hasil hitung cepat yang dilakukan lembaga survei.

“Sepengetahuan saya, lembaga survei yang mendanai dirinya sendiri salah satunya adalah Litbang Kompas. Namun, seperti kita ketahui hasil quick count yang dilakukan Litbang Kompas juga menunjukkan keunggulan Jokowi-JK,” paparnya. (jp/ind)