Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno sangat menyayangkan ujaran kebencian yang dilontarkan antar anak bangsa di media sosial (medsos). Menurutnya, ujaran kebencian tersebut sama saja dengan tidak menjunjung tinggi makna kebhinekaan dan kerukunan.

“Ujaran kebencian di media sosial berpotensi meruntuhkan kebhinekaan dan kerukunan antar anak bangsa,” kata Eddy dalam siaran pers, Kamis (16/3/2017).

“Sangat menyayangkan ujaran kebencian yang dilontarkan anak bangsa yang tidak menjunjung tinggi makna kebhinekaan dan kerukunan. Artinya, yang bersangkutan tidak memahami Pancasila yang selama ini menjadi perekat bangsa,” imbuhnya.

Diakuinya, medsos telah menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat Indonesia dan memiliki peran yang cukup signifikan. Tidak heran, medsos banyak dimanfaatkan untuk ajang publikasi, promosi, hingga kampanye politik.

Menurut Eddy, ruang lingkup yang tak terbatas menjadi plus minus bagi pengguna medsos. Sayangnya, banyak pengguna medsos yang menjadikannya sebagai wadah perang untuk saling serang.

Eddy berpendapat, menyebar kebencian di medsos dengan perkataan kasar, penghinaan, provokatif, menyinggung SARA, dan segala bentuk yang tidak menghormati kebhinekaan, justru akan menyulut perpecahan bangsa.

“Para pelaku tersebut wajib bertanggung jawab atas perbuatannya di muka hukum. Mari kita selalu menjaga kerukunan antarsesama anak bangsa, apapun suku, etnis, dan agamanya. Mereka adalah saudara kita sebangsa dan senegara,” tandasnya. (pr/ind)