Posisi PKB dalam koalisi Jokowi tidak bisa diremehkan. Partai koalisi pendukung Jokowi ini sangat berperan memenangkan Gubernur DKI Jakarta itu dalam kontestasi pilpres kemarin.

“Sangat terlihat peran PKB,” jelas Direktur Lembaga Penelitian Konsep Indonesia (Konsepindo) Research and Consulting, Veri Muhlis Arifuzzaman, di Jakarta, Sabtu (30/8). PKB menurutnya merupakan partai dengan perolehan suara terbesar kedua dalam koalisi Jokowi. Suara PKB di parlemen sangat menentukan penilaian terhadap kebijakan Jokowi nanti.

Veri mengingatkan Jokowi untuk tidak bermain – main dengan PKB. Jika PKB nantinya keluar dari koalisi Jokowi maka dipastikan Jokowi akan habis di parlemen. Pansus pilpres yang sudah dibicarakan DPR akan berlanjut dengan berbagai agendanya.

Hal ini juga akan semakin mendelegitimasi kekuasaan Jokowi. Presiden terpilih menurutnya harus mengerti kebutuhan partai sehingga dapat merangkulnya.

Veri menyatakan Jokowi secara individu memang kuat. Banyak figur berbagai kalangan mendukung. Namun kini, jokowi selaku pimpinan pemerintahan membutuhkan dukungan DPR. Jika DPR tidak sepenuhnya mendukung maka Jokowi akan mengalami hambatan. Salah satu kuncinya merangkul PKB dan salah satu parpol koalisi merah putih.

Veri juga memaparkan, PKB jangan terlalu ngotot minta menteri. PKB harus mendukung komitmen Jokowi yang mengusung koalisi tanpa syarat. Jadi ketika koalisi, PKB harus memahami semangat itu.