Indopolitika.com  Guru besar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Franz Magnis Suseno mengemukakan ajaran Nazi di bawah kepemimpinan Adolf Hitler adalah sejarah kelam dan buruk bagi bangsa Jerman. Ia merasa sedih bila ada generasi muda, khususnya di Indonesia menggunakan simbol-simbol Nazi. Anak-anak muda tersebut harus mengetahui bahwa Nazi masa kelam bagi Jerman.

“Betapa sulitnya Jerman pada masa itu, karena negera-negara Eropa sulit menerima Jerman atas kekejaman yang dilakukan di masa Nazi,” kata Franz dalam diskusi “Strategi Kampanye Media Pilpres 2014: Menyoal Penyebaran Kebencian dan Video ala Nazi” di Jakarta, Jumat (27/6).

Franz yang kelahiran Jerman ini menegaskan kejahatan Hitler dan Nazi-nya sangat kejam. Sebanyak 5 juta lebih bangsa Yahudi, dan 3 juta tahanan militer Rusia mati kelaparan.

Dalam sejarah Hak Asasi Manusia, Hitler adalah salah satu pelaku kejahatan manusia yang paling kejam.

“Video Ahmad Dhani merupakan pendidikan politik buruk. Sejarah mencatat tindakan Nazi tindakan kejam. Sebagai bangsa beradab kita tidak mentolerir kekejaman apapun,” tegas Magnis yang menjadi warga negara Indonesia pada tahun 1977.

Menurutnya, penggunaan simbol fasisme adalah sebuah kemunduran. Indonesia, katanya, tidak boleh mengulang kekejaman yang terjadi pada zaman Adolf Hitler tersebut. Sebagaimana diketahui, dalam video klip “Prabowo-Hatta, We Will Rock You” Ahmad Dhani tampil dengan baju ala Heinrich Himmler. Himmler adalah petinggi The Schutzstaffel, sebuah organisasi paramiliter di bawah Partai Nazi. (bs/ind)