Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT),Jumat (22/9) di Provinsi Banten. Kali ini yang menjadi sasarannya adalah Walikota Cilegon, Tubagus Iman Ariyadi.

Walikota Cilegon ditangkap bersama dengan sembilan orang lainnya. Dugaan sementara, mereka yang diamankan ini terlibat transaksi perizinan kawasan industri di daerah tersebut.

Salah satu kerabat terdekat Walikota Cilegon yang enggan disebutkan namanya mengatakan, jika dirinya sudah mengetahui perihal ini.

“Saya sudah dapat kabar soal ini. Dan, sudah banyak beredar dari rekanan lainnya juga,” ujarnya.

Ia menambahkan, dirinya pertama kali mendapatkan kabar tersebut dari berbagai media yang ramai memberitakan. Kemudian mencari tahu ke beberapa orang terdekat dari Tubagus Iman Ariyadi.

“Saya juga kaget tahu masalah ini. Saya tanya – tanya ke yang lain, memang saat ini yang bersangkutan tidak ada di tempat kantornya,” ucapnya.

Kendati demikian, Ia berharap agar saudaranya itu tak terlibat kasus korupsi. Dan permasalahan ini segera dapat diselesaikan.

“Saya juga enggak nyangka, semoga dia (Tubagus Iman) tidak terlibat. Kita masih tunggu keterangan resmi dari KPK hari ini,” katanya.

Terkait adanya kegiatan OTT tersebut, juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, hingga saat ini ada sekitar 10 orang yang berhasil diamankan.

“Diantaranya kepala daerah, pejabat dinas dan swasta,” terang Febri. Sabtu(23/9) pagi.

Terkait motif OTT tersebut, Febri menjelaskan, kegiatan penindakan yang dilakukan untuk kesekian kalinya tersebut, diindikasikan ada transaksi terkait dengan proses perizinan kawasan industri di salah satu kabupaten/kota di Banten.” Ada uang ratusan juta yang diamankan sebagai barang bukti,”. jelasnya. (net)