Indopolitika.com Baru-baru ini muncul video yang mengungkap fakta terselubung di balik sumbangan dana kampanye Jokowi-JK. Jika selama ini dana itu disebut-sebut berasal dari warga, video itu menunjukkan bukti lain. Dana kampanye itu justru berasal dari tim sukses (Timses) sendiri yang diberikan pada warga untuk kemudian disetorkan ulang.

Mulanya, video yang diunggah ke Youtube oleh akun Nurrohmah Anggraeni dengan judul “Terbongkar! Uang Sumbangan Warga Ternyata Dari Timses Jokowi” itu pada tanggal 11 Juni 2014, merupakan liputan salah satu stasiun tv swasta mengenai aksi pengumpulan dana relawan Jokowi-JK di Probolinggo. Namun, ketika sejumlah warga ditanya asal muasal dana itu, jawabannya cukup mengangetkan. “Dikasih Pak Yos (tim sukses/pengurus PDIP). Bukan uang sendiri,” jawab seorang warga yang juga diamini warga di sekelilingnya.

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik dari Lembaga Kajian dan Studi Politik Nusantara, Irvan Hakim Nasution mengatakan, sangat mungkin dana Jokowi-JK yang sudah terkumpul hingga puluhan miliar rupiah bukan semuanya dari warga. Apalagi, ucapnya, hal itu terjadi di tengah kesadaran politik warga yang saat ini masih rendah. “Bahasanya kan begini, masa iya tukang becak, petani yang jemur diri di sawah, ngasih sumbangan ke Jokowi yang gubernur DKI, yang capres PDIP? Buat makan sendiri aja susah,” katanya ketika dihubungi di Jakarta, Kamis (12/6).

Ia menduga, penyumbang terbanyak dan terbesar ke rekening Jokowi-JK berasal dari Timses sendiri. “Bisa disetor sendiri, bisa juga disetorkan melalui warga dengan berbagai cara,” ujarnya. Dalam terminologi politik, lanjutnya, apa yang dilakukan warga jika benar-benar terjadi sebenarnya masuk budaya politik partisipan.

Namun ia sangat menyangsikan itu karena, menurutnya, dalam berbagai riset kesadaran politik warga masih rendah. “Yang peduli pada capres itu bukan warga kampung, petani, tukang becak, tukang tambal ban. Tapi kalangan kelas menengah ke atas, itu pun masih mikir kalau gak punya kepentingan,” tegasnya. Sementara masyarakat menengah ke bawah, imbuhnya, lebih peduli jika melihat tetangganya sakit atau terkena musibah. “Keculai Jokowi terkena musibah, minta sumbangan ke warga pasti dikasih. Kalau karena nyapres saya gak yakin,” tandasnya. (Ind/sn)