Muara Enim – Perhelatan pilkada Sumsel sudah mulai dipenuhi dengan beragam diskusi dan perdebatan program sesama kandidat maupun pendukungnya. Hal yang mengemuka antara lain persoalan kemacetan yang terjadi di jalan lintas Sumatera terutama dari Lahat ke Palembang. Jarak tempuh bisa mencapai 10 jam itu karena kondisi jalan yang buruk dan angkutan batubara yang melintas. Perhatian khusus diberikan oleh calon gubernur Herman Deru, ia menyampaikan, seharusnya truk angkutan batubara itu numpang di jalan umum itu, tetapi malah sebaliknya, angkutan batubara justru yang menguasai jalan umum. Akhirnya kendaraan pribadi dan angkutan umum harus mencari jalan alternatif untuk menghindari kemacetan. “Harus ada solusi mengatasi kemacetan lalulintas jalan umum akibat banyaknya angkutan batubara, masa sih satu dasawarsa gak bisa selesaikan persoalan ini,” ungkapnya dalam acara temu publik dan dialog rakyat di perkampungan Pal. 7 Desa Ibul Besar, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir.

Dalam dialog itu, Deru mengajak warga memberi amanah kepadanya untuk menyelesaikan masalah kemacetan tersebut. Ia menegaskan akan melarang angkutan batu bara memakai jalan umum dan untuk mereka disediakan jalan khusus angkutan batubara. Tidak akan ada itu dispensasi-dispensasi yang jelas-jelas melanggar peraturan yang dibuat sendiri. “Kan ada itu Perda No. 5 tahun 2011 tentang pelaksanakan kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara. Bunyi pasal 52 ayat 2 Perda jelas menyebut, perusahaan batubara harus memiliki jalan khusus batubara,” pungkasnya.

Menanggapi komitmen Deru itu, Syamsuddin Arif (43) warga Muara Enim menyambutnya dengan suka cita. Ia menyatakan problem kemacetan itu sesungguhnya sudah amat menyebalkan, yang lebih mengherankan semua adalah penataan angkutan batubara tidak pernah serius dilakukan pemerintah. “Jadi tentu kami sangat mendukung niat baik Pak Deru untuk membenahi lalu lintas. Warga sudah resah dengan konsidi jalanan yang macet. Memang benar kami kalau ke Palembang harus menempuh waktu yang lama dan itu sangat menggangu waktu kami,” terang Arif.

Sementara itu Abdul Hakiem warga Lahat menyatakan dukungannya pada Herman Deru jika pembenahan jalinsum benar-benar dilakukan. Ia menyesalkan banyaknya oknum yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, angkutan batubara jadi melintas di jalan umum padahal seharusnya di jalan khusus. Ia berharap dibawah kepemimpinan Deru tidak ada lagi dispensasi-dispensasi yang ujungnya akan merugikan rakyat. (Fied)