Beberapa nama kader Golkar kini disebut-sebut tengah mengincar posisi ketua DPR RI. Mereka adalah Setya Novanto yang kini menjabat bendahara Umum DPP Golkar. Ada juga Fadel Muhammad, Ade Komarudin, dan sejumlah kader lainnya.

Wasekjen DPP Golkar, Lalu Mara, menjelaskan mereka sangat mungkin berkompetisi memperebutkan kursi ketua DPR. “Nantinya tentu akan diproses. Ketua umum, Aburizal Bakrie, nantinya akan ikut mempertimbangkan siapa yang layak meraih posisi itu” paparnya, saat dihubungi, Selasa (19/8).

Ketua Dewan Pertimbangan ormas pendiri Golkar, Musyawarah Kerja dan Gotong Royong (MKGR), Zainal Bintang, memaparkan Novanto dikabarkan mendapat restu Ical untuk maju menjadi ketua DPR. Novanto dikenal sangat loyal menjalankan berbagai kebijakan partai.”Novanto sangat dekat dengan Ical,” imbuhnya.

Koordinator investigasi Forum Indonesia untuk transparansi anggaran (Fitra), Ucok Sky Khadafy, menjelaskan, Golkar harus hati – hati mengusung kader untuk memimpin DPR. Jangan sampai kader yang diusung bermasalah, sehingga membuat DPR kehilangan legitimasinya. “Bisa semakin hancur DPR nantinya,” imbuh Ucok.

Dia menyatakan, Novanto memang sudah berkali-kali dimintai keterangan oleh KPK terkait sejumlah kasus korupsi. Dia diduga terlibat seputar kasus korupsi e-KTP, PON di Riau yang melibatkan gubernur Rusli Zainal, dan pilkada Jatim yang melibatkan Akil Mochtar.

Golkar diimbaunya untuk mengutus kader terbaik. Bukan yang terbaik dalam hal finansial, tapi integritas. Kalau kader yang diusung terbebas dari korupsi, maka dipastikannya Golkar akan berkontribusi besar bagi pembentukan legislasi, pengawasan pemerintah, dan penyusunan anggaran, yang pro kesejahteraan rakyat. (ind)