JAKARTA – Hasil penghitungan real count berdasarkan Komisi Pemilihan Umum untuk Pilkada Banten, pasangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy unggul atas Rano Karno-Embay Mulya Syarief. Pasangan nomor satu Wahidin-Andika mendapatkan 2.405.638 suara atau 50,94 persen dari total suara sah. Sementara itu, pasangan nomor dua Rano-Embay memperoleh 2.317.680 suara atau mendapatkan 49,08 persen. Sehingga ada selisih suara sebanyak 87.958 atau 1,86%.

Menanggapi hasil Pilgub Banten tersebut Sekretaris Jendral Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengapreasi hasil kerja KPU Banten sehingga pelaksanaan Pilgub berjalan lancar. Meskipun ada pemungutan suara ulang, namun secara umum pelaksaan Pilgub berjalan lancar.

“Pilgub Banten berjalan dengan fair dan baik, penyelenggara pemilu telah bekerja leras dan baik,” kata Hinca dihubungi hari ini (Kamis, 23/2).

Hinca menyebut kemenangan WH dan Andika adalah kemenangan rakyat Banten. Karena itu Hinca meminta semua pihak menghormati suara rakyat Banten yang telah memilih pemimpinnya.

“Suara rakyat harus dihormati, Kemenangan WH-Andika adalah kemenangan Rakyat Banten. Jika merasa tak puas silahkan tempuh jalur hukum yang sudah disediakan,” tandas Hinca.

Sebelumnya sejumlah tokoh Banten meminta Paslon nomer dua legowo atas kemenangan pasangan WH-Andika. Tokoh Banten yang juga Bupati Serang 2005-2015 Ahmad Taufik Nuriman menyerukan semua pihak legowo menerima hasil Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten 2017. Taufik  menekankan agar semua pihak harus turut menjaga keamanan dan kondisi Banten yang selama ini kondusif.

“Siapa pun yang tepilih harus amanah, Banten tambah maju, relijiusitasnya dijaga. Jangan sampai ada keributan di masyarakat. Tidak pernah ada sejarah pilkada di Banten itu ribut,” kepada Taufik Nuriman kepada wartawan.

Kalau ada ketidakadilan, kata Taufik,  proses hukum saja dengan cara yang baik, jangan anarkis. “Kalau hanya karena Pilkada  (Pemilihan Kepala Daerah-red) ribut, kapan majunya Banten ini. Semua masyarakat Banten harus menerima keputusan, harus taat hukum,” pinta Taufik Nuriman yang sempat berkampanye saat Pilkada.

Taufik menyatakan menerima siapapun yang terpilih menjadi Gubernur Banten. “Kalau saya sih pada dasarnya tidak ada masalah kalau sudah memenuhi unsur syarat. Kita kan masih menunggu hasil rapat pleno KPU (Komisi Pemilihan Umum-red) Banten. Karena nomor dua akan mengajukan ke MK  (Mahkamah Konstitusi-red), ya kita tunggu hasilnya. Kalau tidak ke MK ya nomor 1 yang menang. Itu saja,” ucap Taufik.