Wakil Ketua Umum Golkar versi Munas Jakarta, Yorrys Raweyai tegaskan bahwa tidak ada yang bisa menghalangi pihaknya merombak pimpinan fraksi di MPR dan DPR. Termasuk pimpinan kedua lembaga tinggi negara tersebut.

Dikatakannya, fraksi berada di bawah kewenangan penuh partai. Karena itu, partai tidak membutuhkan izin dari pimpinan MPR atau pun DPR untuk melakukan perombakan.

“Kita cuma kirim surat pemberitahuan saja, fraksi itu kan domain-nya partai, pimpinan (MPR dan DPR) gak bisa apa-apa,” kata Yorrys di kantor DPP Golkar, Jakarta, Senin (1/5).

Seperti diketahui, DPP Golkar pimpinan Agung Laksono putuskan merombak total susuan fraksi di MPR dan DPR. Namun, langkah ini dianggap tidak sah oleh kubu Aburizal Bakrie yang tetap mengakui pimpinan lama.

Yorrys pun mengaku tidak mau ambil pusing dengan penolakan kubu Aburizal tersebut. “Mereka cuma bisa ngomong aja, dulu waktu kita duduki ini kantor mereka juga teriak ilegal, tapi bisa apa? Kantor DPP saja bisa kita duduki apalagi ruangan fraksi,” ujarnya.

Ia pun memperingatkan kepada pimpinan fraksi yang lama untuk segera mengosongkan ruangan mereka. Pasalnya, usai masa reses ruangan tersebut akan mulai digunakan oleh pimpinan yang baru.

“Pokoknya habis reses Ade (Ketua Fraksi Golkar DPR, Ade Komaruddin), Bambang (Sekretaris Fraksi Golkar DPR, Bambang Soesatyo) harus sudah keluar dari ruangan fraksi,” tegasnya.

Lebih lanjut Yorrys menyampaikan, perombakan tidak hanya dilakukan di tingkat pimpinan fraksi. Para pimpinan komisi dan alat kelengkapan lainnya yang berasal dari Golkar juga akan diganti. (jp/ind)