Zainal Tahir, sahabat karib Abraham Samad yang mengaku sebagai orang yang mengabadikan foto Ketua KPK itu tidur bareng dengan seorang perempuan bernama Feriyani Lim, ternyata calon legislatif (caleg) gagal dari Partai Nasional Demokrat (NasDem).

“Saya di Nasdem, mantan caleg gagal. Saya di Nasdem dulu tapi gagal,” kata Zainal usai konferensi pers membongkar kebohongan Abraham Samad soal fotonya dengan Feriyani Salim di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (4/2).

Hanya saja, Zainal membantah keras bahwa kebenaran yang dia ungkap ini tidak ada kaitannya dengan partai. Sebab, dia hanya ingin meluruskan bantahan Abraham Samad ke media, yang menyebut foto itu rekayasa. Apalagi Samad membawa-bawa tim forensik KPK.

“Sejak menonton tayangan beberapa hari terakhir, foto muncul media sosial, saya miris. Saya terusik jika saya tidak mengemukakan kebenaran sesungguhnya,” ungkap Zainal Tahir.

Zainal mengaku khawatir atas kebohongan Abraham Samad soal foto tersebut, termasuk munculnya kejadian-kejadian lain bila dirinya tidak menghentikan kebohongan Samad.

“Alasan lebih penting lagi, karena dalam tayangan bantahan AS, tim forensik KPK telah meneliti lebih jauh, menunjuk item foto saya yang dilingkari merah, adalah rekayasa. Pernyataan AS itu persoalan besar, tim forensik KPK dengan mudah mengubah kebenaran dengan ketidakbenaran,” tegasnya menyayangkan.

Ada yang janggal dari penjelasan Zainal. Dalam konferensi persnya itu, Zainal mengaku memotret Samad dengan Feriyani sekitar bulan Februari 2007, di Hotel Clarion, Makassar. Gambar ini diambil menggunakan handphone communicator Nokia E90.

“Saya tegaskan foto tersebut bukanlah rekayasa, karena saya yang mengambil dengan kamera Nokia Communicator E90. Bertahun-tahun yang lalu, tahun 2007, tanggal 3 atau 4 di Hotel Clarion, Makassar,” kata Zainal.

Nah, keanehan ini muncul setelah dilakukan penelusuran kapan handphone pintar di eranya itu hadir di Indonesia. Berdasarkan Wikipedia berbahasa Indonesia, Nokia E90 baru diperlihatkan ke publik tahun 2007 di 3GSM Show, Barcelona.

Kemudian handphone pendahulu Nokia 9500 itu pertama terjual di dunia dalam sebuah acara pelelangan di Jakarta, 17 Mei 2007 seharga Rp 45 juta (USD 5.000). Pabrikan memilih Indonesia sebagai pasar pertama E90 karena seri ini paling banyak diminati publik tanah air.

Pertanyaanya, pakai Nokia E90 yang mana Zainal Tahir mengambil foto Abraham Samad dengan Feriyani Lim bulan Februari 2007, atau sekitar 3 bulan sebelum alat komunikasi itu resmi dipasarkan?.

(jp/ind)