INDOPOLITIKABanjir parah masih melanda Desa Cirumpak, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Banten, hingga Senin (26/1/2026) malam.

Memasuki hari kelima, air belum sepenuhnya surut dan masih merendam ratusan rumah warga. Disisi lain, Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid turun langsung memantau kondisi para korban.

Banjir yang melanda wilayah tersebut disebabkan luapan Sungai Cimanceuri dan Cipasilian. Aliran air yang deras merendam permukiman warga serta akses jalan desa dengan ketinggian air berkisar antara 50 sentimeter hingga 80 sentimeter.

Sejumlah tenda pengungsian darurat berbahan bambu dan beratapkan terpal tampak berdiri di bahu jalan desa. Setiap tenda rata-rata menampung hingga lima kepala keluarga.

Selain itu, warga juga mengungsi di tenda bantuan milik Kementerian Sosial dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Di sekitar lokasi banjir juga telah didirikan tenda dapur umum dan posko kesehatan untuk melayani kebutuhan pengungsi.

“Banjir telah terjadi sejak 22 Januari mulai naik ke permukiman airnya pada tanggal 25, itu luar biasa sampai satu meter lebih ketinggiannya,” ujar Kepala Desa Cirumpak, Ridwan Afif.

Meski sudah hampir sepekan terendam banjir, kondisi genangan air belum juga surut serta kerap dilanda hujan. Ia mengungkap situasi ini menghambat distribusi bantuan kebutuhan dasar dan peralatan kebencanaan di daerahnya.

“Tiap hari itu hujan, tapi tenda pengungsian itu awalnya cuma beberapa saja karena banjir terjadi di 27 kecamatan lain, tetapi saat ini sudah teratasi,” ucapnya.

Selain memastikan kondisi logistik bagi warga terdampak dalam keadaan aman, Ridwan menyatakan pihaknya sudah mendirikan dapur umum. Fasilitas bagi warga terdampak banjir di Desa Cirumpak itu rencananya mulai beroperasi pada Selasa (27/1/2026).

Bupati terjun ke lokasi

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid meninjau lokasi banjir di Desa Cirumpak. Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyi bersama unsur Forkopimda, Dansatradar, tokoh masyarakat Kiai Hamzah, Kepala BPBD, Camat Kronjo sudah merumuskan beberapa upaya penanganan jangka pendek yang harus segera dilakukan untuk membantu warga yang rumahnya tergenang banjir.

“Tadi kita sudah rumuskan di tenda pengungsian bahwa upaya-upaya harus kita lakukan. Yang pertama adalah masyarakat yang rumahnya terkena banjir ini supaya bisa diungsikan ke tempat yang lebih aman dan mudah dijangkau lokasinya,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid.

Dia menambahkan semua pihak terlibat dan turun tangan membantu warga Desa Cirumpak. Selain dari Pemkab Tangerang melalui Dinas Sosial dan BPBD, bantuan lainnya juga terlah didapatkan di antaranya berasal dari Provinsi Banten, Kodim 0510 dan Satradar serta beberapa pihak lainnya.

“Kami sudah mendapatkan bantuan dari Pemprov Banten, tenda, juga dari Dansatradar, dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dari Kodim, dari Dinsos sudah kita bawa ke sini,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dia juga menjelaskan bahwa selain tenda dan lokasi pengungsian, pihaknya bersama pihak terkait sudah merumuskan bantuan logistik selama warga berada di pengungsian dan posko kesehatan.

“Selama di pengungsian, tadi sudah kita rancang dan rumuskan untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Kebutuhan sehari-hari mereka untuk makannya sudah juga kita bagi tugas dan nanti yang bertanggung jawab adalah Pak Camatnya,” tandasnya. (Red)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com