1509 Sekolah di Jakarta Sudah PTM Terbatas, Wagub DKI: Prokes Terus Diawasi

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Pemerintah menginstruksikan dimulainya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sejak bulan Juli 2021. Alasannya, mulai ada kekhawatiran peserta didik mengalami ketinggalan pendidikan (learning loss) selama proses pembelajaran jarak jauh.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ariza Patria menyatakan Jakarta telah secara bertahap menjalankan PTM sesuai instruksi pemerintah pusat.

Berita Lainnya

“Pemerintah melalui Kemendikbud telah mengeluarkan kebijakan membuka sekolah dengan skema tatap muka secara terbatas. Di DKI Jakarta sendiri kegiatan PTM telah dilaksanakan. Pemprov DKI Jakarta telah mulai membuka aktivitas PTM terbatas pada 1509 sekolah,” ujar Ariza dalam webinar yang diselenggarakan oleh Forum Musyawarah Indonesia Kamis, (7/10/21).

Ariza mengatakan, dibukanya PTM adalah sebab melihat peserta didik di DKI yang mengalami kebosanan setelah cukup lama belajar di rumah.

Namun demikian, pembelajaran tatap muka di DKI tidak dilakukan begitu saja tanpa syarat yang harus dipenuhi. Dalam hal itu, Ariza memastikan berbagai aturan sudah dipenuhi demi keamanan guru dan peserta didik sendiri.

“Mengingat kita masih dalam suasana pandemi, di DKI Jakarta pelaksanaan PTM dilakukan dengan komposisi 50% tatap muka dan 50% belajar di rumah. Kita memakai metode blended learning atau campuran, jadi pembelajaran di dalam kelas juga diakses siswa dari rumah secara online,” tambah Ariza.

Protokol kesehatan juga merupakan syarat wajib untuk pembelajaran tatap muka ini. Tidak hanya itu, para siswa dan guru juga sudah melakukan vaksinasi dosis pertama maupun dosis kedua.

Para siswa juga wajib mengenakan masker, menjaga jarak, serta menunjukkan sertifikat vaksin selama pembelajaran tatap muka di sekolah. Untuk pihak sekolah sendiri harus menyediakan sarana mencuci tangan menggunakan sabun dan menegakkan protokol kesehatan lainnya.

Menurut Ariza, terkait kebijakan PTM ini yang tidak kalah pentingnya adalah sinergi khususnya antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sebagai pemegang otonomi pengelolaan pendidikan dari masing-masing jenjang.

“Sinergi itu dimaksudkan agar sosialisasi kebijakan pembelajaran tatap muka kepada orang tua murid lebih optimal,” kata Ariza.

Sosialisasi ini, lanjut dia, sangat penting agar para orang tua siswa memahami alasan dilakukannya PTM yang dilakukan secara terbatas dengan beberapa regulasi yang sudah disiapkan.

Ariza mengharapkan orang tua turut siswa juga turut serta mengawasi penerapan protokol kesehatan pada anaknya dengan memberikan pemahaman untuk selalu mematuhi protokol kesehatan saat berada di sekolah.

“Pemprov DKI Jakarta dalam hal ini juga terus melakukan berbagai upaya agar PTM dilaksanakan dengan aman,” tutup Ariza. [rif]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *