190 Pohon di Monas Dibabat untuk Revitalisasi, Rudi S Kamri Malah Sebut untuk Bangun Arena Balap Formula E

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Warga DKI Jakarta dihebohkan dengan foto penampakan Komplek Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat yang menjadi gundul yang beredar di media sosial. Foto ini pertamaa kali dibagikan oleh pegiat media sosial, Rudi S Kamri.

Sebanyak 190 pohon terpaksa ditebang. Kesan teduh berubah menjadi gersang. Ternyata pohon-pohon itu terdampak revitalisasi Monas. Rencananya, sisi selatan Monas tersebut akan dibuat konsep plaza, sesuai hasil sayembara.

Bacaan Lainnya

Kepala Unit Pengelola Kawasan Monas, Isa Sanuri menjanjian, Komplek Monas akan kembali dibuat hijau setelah proyek selesai.

“Dikembalikan lagi nanti fungsinya. Itu kan bahan revitalisasi, karena itu memang bagian dari hasil sayembara, itu dibuat plaza. Kemudian nanti akan ditanam kembali di kawasan yang memang ada sekarang,” kata Isa saat dihubungi, Minggu (19/1/2020).

Bahkan, kata Isa, kawasan hijau Monas akan ditambah. Rencannya, lokasi parkir akan dialihkan menjadi are hijau, sehingga tidak ada lagi area parkir di kawasan Monas. “Ke depan yang nanti (area) parkir itu kan nanti untuk jalur hijau juga,” katanya.

Dilihat dari foto yang beredar, area revitalisasi tahap pertama berada di sisi selatan Monas, atau dekat dengan patung pintu masuk parkir IRTI Monas. Gerbang area itu ditutup oleh banner yang menjelaskan sedang ada pekerjaan revitalisasi untuk plaza upacara dan plaza parade.

Isa mengatakan, pekerjaan revitalisasi ditargetkan selesai Februari. “Target Februari selesai,” jelasnya.

Sebelumnya, pegiat sosial Rudi S Kamri di akun Facebook miliknya menuliskan, Gubernur Anies Baswedan yang disebutnya dengan panggilan Abas, dengan brutal membabat sekitar 150 pohon di Monas untuk keperluan pembangunan paddock Formula E.

“ABas secara koplak mengurangi ruang terbuka hijau yang berguna untuk resapan air. Jadi jangan heran kalau Jakarta tetap tidak akan bisa mengatasi banjir. Karena pada dasarnya ABas dan kroni-kroninya tidak pernah serius melakukan tindakan antisipasi banjir,” katanya, Minggu (19/1/2020).

Rudi juga mengatakan, DPRD DKI Jakarta seperti sekumpulan kerbau dicucuk hidungnya. Mereka manut aja menyetujui uang Rp 1,6 Triliun dipakai untuk kebutuhan yang tidak ada manfaatnya buat warga Jakarta.

“Coba bandingkan dengan Montreal Kanada yang hanya membuang anggaran Rp 486,5 Miliar untuk tuan rumah Formula E. Itu pun tahun berikutnya langsung dibatalkan oleh Walikota yang baru karena alasan tidak mau melakukan pemborosan yang tidak perlu. Sedangkan ABas seenak udelnya menganggarkan dana hampir 4x lipat dibanding Montreal. Entah dia dikadali oleh Manajemen Formula E atau dia memang sengaja menggunakan alokasi dana tersebut sebagai ladang korupsi,” ucapnya.

Bahkan Rudi berharap kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kemeneterian Dalam Negeri harus berani bertindak tegas. Uang rakyat Jakarta harus dicegah dibuang percuma untuk Formula E. Mudah-mudahan Mendagri Tito Karnavian tidak mengikuti jalan sesat yang dilakukan Menteri Agama yang justru memberi penghargaan kepada Gubernur DKI Jakarta.

“Kalau Presiden dan Mendagri serta DPRD DKI Jakarta membiarkan Abas merusak Monas dan menghamburkan uang rakyat, saya berharap warga Jakarta segera melakukan Class Action untuk mencegah Gubernur DKI Jakarta melakukan penghamburan dana untuk Formula E. Manusia ini harus dicegah melakukan tindakan semena-mena. Dia harus dipaksa fokus melayani rakyat Jakarta. Jangan dibalik, rakyat Jakarta yang harus melayani kepekokannya.”[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *